atas1

Hindari Kesepian, Agar Awet Sehat dan Bahagia

Sabtu, 27 Apr 2019 | 17:46:33 WIB, Dilihat 1386 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


Hindari Kesepian, Agar Awet Sehat dan Bahagia Dr. dr Probosuseno, SpPD-KGer (K) memberikan pemaparan dalam Seminar Peringatan Hari Lanjut Usia, Sabtu (27/42019). (Surya Mega/koranbernas.id)

Baca Juga : Panwas Tak Konsisten, Warga Jogoyudan Terpaksa Coblos Ulang


KORANBERNAS.ID--Memasuki usia di atas 30 tahun kemampuan fisik manusia mengalami penurunan. Tidak jarang dari mereka sebelum memasuki usia lansia mengalami kematian dini akibat penyakit, seperti hipertensi, jantung koroner, kanker dan diabetes.

Ahli Geriatri atau ahli kesehatan usia lanjut dari UGM, Dr. dr Probosuseno, SpPD-KGer (K)., mengatakan penyakit yang diderita oleh kelompok lansia berbeda dengan para kelompok usia muda.

Umumnya para kelompok lansia memiliki 3 hingga empat macam penyakit sekaligus. “Umumnya lebih dari 37 persen lansia memiliki empat macam penyakit sekaligus. Kalau tidak punya penyakit itu bagus sekali tapi jarang,” ujar Probosuseno saat mengisi seminar memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diselenggarakan oleh Kalbe Ethical Customer Care (KECC) di Auditorium LPP, Sabtu (27/4/2019).

Meski memiliki penyakit lebih dari satu, kata Probosuseno, para lansia diharapkan tetap menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola makan dan olah raga secara teratur.

Ia menyebutkan 14 jenis gangguan penyakit yang diderita oleh para lansia diantaranya tidak mampu bergerak secara lincah lagi yang disebabkan oleh stroke, kecelakaan atau patah tulang. Lalu, gangguan kelemahan otak dengan terjadinya demensia, malnutrisi, impotensi, sembelit, dan depresi akibat kesepian.

Untuk gangguan kesehatan yang terakhir ini, menurutnya, sangat berbahaya karena depresi akibat kesepian tersebut menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

“Mudah sakit, selalu diikuti infeksi paru dan infeksi saluran kencing,” katanya.

Berbeda dengan kelompok usia muda, apabila sakit sudah nampak dari wajah dan tubuh yang nampak letih. Namun, di kelompok lansia tidak nampak, tetapi dapat diamati dari perilaku yang selalu nampak bingung sehingga menyebabkan susah tidur dan nafsu makan makin berkurang.

Untuk menghadapi periode masa usia lanjut tersebut para lansia disarankan untuk tampil senang dan bahagia serta selalu berkumpul dengan saudara dan lingkungan sekitarnya. “Cirinya ia selalu bangga dengan masa lalunya, ia puas dengan masa sekarang dan ia tidak cemas dengan masa depan sehingga ia merasa dicintai dan dihormati,” katanya.

Soal menjaga perilaku hidup sehat lansia, ia menyarankan bagi mereka yang akan memasuki usia lansia untuk selalu mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin, meningglkan kebiasan pola hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol serta tekun berolah raga.

Para lansia ikut melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. (Surya Mega/koranbernas.id)

“Cukup berolah raga jalan kaki selama 30 menit sehari, tidak mesti dikerjakan sekaligus, bisa per 10 menit tapi dilakukan tiga kali, jalan kaki diketahui mengurangi stroke, jantung koroner dan kanker, ” katanya.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang diselenggarakan di Auditorium Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta ini mengambil tema “Lanjut Usia Sehat Bahagia”.

Kegiatan diikuti sekitar 500 orang senior lanjut usia (lansia) yang berasal dari berbagai komunitas lansia di Yogyakarta. Selain seminar, juga dilakukan senam kebugaran lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, serta demo masak yang diselingi dengan aneka hiburan.

“Kalbe terus mewujudkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan, salah satunya kesehatan lansia,” ujar Tatit Dwi Nurweni, Regional Sales Manager PT Kalbe Farma Tbk.

Melalui kegiatan edukasi lansia ini, Kalbe kata Tatit berupaya terus memberi semangat kepada para lansia agar tetap aktif dan produktif di usia seja agar tetap bisa berkarya dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat.

Dikatakan, Indonesia saat ini masuk ke dalam negara berstruktur penduduk tua (ageing population), karena memiliki proporsi lanjut usia (60 tahun keatas) yang besar di atas 7%.

Hal tersebut dapat ditunjukkan dari data Susenas tahun 2015, bahwa jumlah Lansia sebanyak 21,5 juta jiwa atau sekitar 8,43% dari seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2015.

Dari data penduduk tersebut menunjukkan populasi lansia cenderung meningkat setiap tahunnya, sehingga akan diikuti pula meningkatnya masalah lansia. (SM)

 



Sabtu, 27 Apr 2019, 17:46:33 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 830 View
Panwas Tak Konsisten, Warga Jogoyudan Terpaksa Coblos Ulang
Sabtu, 27 Apr 2019, 17:46:33 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 311 View
Tak Punya Waktu Antar Sekolah, PickMe Saja
Jumat, 26 Apr 2019, 17:46:33 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 347 View
Catat, Masuk ke Vredeburg Gratis

Tuliskan Komentar