TNI-stipram

Generasi Milenial Lari Kencang, Pemerintah Ketinggalan

Kamis, 08 Nov 2018 | 17:15:41 WIB, Dilihat 76 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Generasi Milenial Lari Kencang, Pemerintah Ketinggalan Anggota Komisi I DPR RI Dr H Sukamta diwawancarai media di sela-sela Dialog Publik, Kamis (08/11/2018), di Hotel Sahid Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah Belum Sinkron


KORANBERNAS.ID – Anggota Komisi I DPR RI Dr H Sukamta menyatakan memasuki era digital sekarang ini pemerintah terkesan kalah cepat dengan anak-anak muda terutama generasi milenial.

Dunia digital sudah berlari kencang sedangkan pemerintah seperti ketinggalan. Selain tidak mampu mengejar maupun mengimbanginya, pemerintah juga masih berkutat dengan tarik ulur regulasi yang tak kunjung selesai.

“Data kependudukan yang seharusnya dilindungi dianggap sebagai data publik. Sedangkan data impor dilindungi,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (08/11/2018), di sela-sela acara Dialog Publik Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Teknologi Digital.

Pada acara yang berlangsung di Hotel Sahid Yogyakarta itu hadir sebagai keynote speech Dirjen Informasi & Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Dra Rosarita Niken Widiastuti MSi, Direktur Tata Kelola & Komunikasi Publik Kominfo RI Drs Selamatta Sembiring serta Dr Sunu Wibirama dari UGM (Universitas Gadjah Mada).

Menurut Sukamta, sebagai upaya mengimbangi pesatnya dunia digital seyogianya pemerintah memprioritaskan dulu regulasi-regulasinya.

Dirjen Informasi & Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI Rosarita Niken Widiastuti. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dia mencontohkan, sekarang ini tidak sedikit anak-anak muda di DIY berusia di bawah 31 tahun, dengan kemampuannya menguasai teknologi informasi berhasil meraup omzet Rp 100 juta, Rp 500 juta bahkan 1 miliar per bulan.

Selain regulasi, salah satu peran pemerintah adalah mendorong anak-anak muda agar menggunakan kemampuan mereka dengan sebaik-baiknya. Ini tantangan, supaya mereka tidak hanya menjadi konsumen negara lain.

Dia mengakui, dunia digital memang mengubah perilaku seseorang. Mestinya dunia digital dibawa ke dalam budaya bangsa Indonesia, bukan sebaliknya menjadikannya kondisi kehidupan serasa terasing.

“Sesama teman duduk, sudah satu jam duduk tapi belum tentu omong dengan teman di sebelahnya,” katanya mencontohkan.

Sedangkan Rosarita Niken Widiastuti menyampaikan, saat ini tercatat 143 juta pengguna internet di Indonesia.

Dialog Publik Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Teknologi Digital di Hotel Sahid Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dia mengakui, era digital memunculkan banyak peluang sekaligus  tantangan. Banyak muncul pekerjaan yang tadinya belum pernah ada.

Karena itu, Kementerian Kominfo selain memberi kesempatan generasi muda menggeluti dunia digital, juga melakukan literasi supaya masyarakat memanfaatkan internet untuk hal-hal positif.

“Kita harus arif memanfaatkan media sosial. Konten negatif selain berbahaya bagi individu dan masyarakat, juga membahayakan negara,” pesan dia.

Mulai tahun ini dan fokus pada 2019, Kominfo membuka kesempatan bagi anak-anak muda meraih beasiswa, wujudnya berupa pelatihan digital gratis yang difasilitasi kementerian tersebut. (sol)



Kamis, 08 Nov 2018, 17:15:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 71 View
Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah Belum Sinkron
Kamis, 08 Nov 2018, 17:15:41 WIB Oleh : Sari Wijaya 534 View
Meski Hujan Lebat Penonton Ki Seno Tetap Berjubel
Rabu, 07 Nov 2018, 17:15:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 163 View
Login Kartu Akses KSEI Terbanyak Pecahkan Rekor MURI

Tuliskan Komentar