atas1

FKY 2019 Segera digelar, Ini Dia Agendanya

Kamis, 27 Jun 2019 | 14:45:42 WIB, Dilihat 617 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


FKY 2019 Segera digelar, Ini Dia Agendanya Penyerahan potongan tumpeng oleh Kepala Dinas Kebudayaan Aris Eko Nugroho kepada Ketua Umum Festival Kebudayaan Yogyakarta Paksi Raras Alit di Pendapa Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Rabu (26/6/2019). (Muhammad Zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Ternyata Sultan Pintar Guyon


KORANBERNAS.ID -- Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2019 segera digelar pada 4-21 Juli 2019 mendatang. Dengan mengangkat tema MULANIRA: ruang | ragam | interaksi FKY2019 menawarkan berbagai kegiatan dan program yang sayang untuk dilewatkan.

Meskipun FKY 2019 ini berpusat di desa Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, bukan berarti seluruh kegiatan akan dilaksanakan di sini selama masa pelaksanaan FKY 2019. Beberapa program menarik dari festival juga akan dilaksanakan di beberapa tempat lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program-program tersebut antara lain:

1. Pawai Pembukaan (4 Juli 2019)

Sebagai tradisi khas yang selalu ditunggu masyarakat Yogyakarta, Pawai pembukaan selalu diadakan sejak namanya masih Festival Kesenian Yogyakarta, pawai pembukaan merupakan kegiatan yang menandai dimulainya festival tahunan ini.

Jika tahun-tahun sebelumnya, pawai pembukaan kali ini akan dimulai dari dua titik yang berbeda. Titik pertama kontingen akan dilepas dari Kepatihan, sementara di Titik kedua kontingen dilepas dari AIun-alun Pakualaman. Rombongan yang berangkat dari dua titik berbeda ini kemudian akan bertemu di kawasan O kilometer, tepatnya di depan bekas Gedung Sonobudoyo (eks-KONI), tempat para tamu undangan berada.

“Nanti akan ada sekitar 33 kontingen pawai yang terdiri dari elemen penting pemajuan kebudayaan yaitu komunitas seni dan budaya, sanggar-sanggar, institusi pendidikan, dan perwakilan desa budaya. Dari dua titik tersebut, mereka akan dipertemukan di kawasan 0 kilometer sebagai simbol pembangun kebudayaan.” jelas Gintani Nur Apresia Swastika, Direktur Kreatif FW 2019 pada temu media di Pendapa Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Rabu (26/6/2019).

2. Program Wirama Wiraga Wirasa 8-16 Juli 2019, Sesuai namanya program ini adalah rangkaian tiga jenis kegiatan, yaitu:

Wirama, berupa pameran seni rupa yang rencananya akan dilaksanakan di Gedung Sonobudoyo (eks-KONI). Pada pameran ini akan ditampilkan karya-karya lama dari para seniman. Proses berkarya para seniman tersebut sehingga menghasilkan karya-karya yang ditampilkan ini, akan diungkapkan selama pameran ini.

Wiraga, adalah pemeran instalasi publik berlokasi di Alun-alun Kidul. Wujudnya berupa menghias odong-odong yang merupakan salah satu wujud budaya populer, dengan aksara Jawa sebagai wujud budaya tradisional.

Pada hari pertama pameran instalasi publik ini, akan digelar wayang kulit semalam suntuk.

Wirasa berbentuk lokakarya yang dilakukan tiga seniman musik untuk membuat komposisi musik bersama siswa didik di Taman Siswa dengan dua materi utama: “Menggubah Komposisi Kinanthi Sandung sesuai dengan latar belakang genre musisi masing-masing”, dan menggubah atau membuat komposisi lagu dolanan anak. Acuan metode yang digunakan adalah Metode “SARI SWARA” dengan Sistem “AMONG”.

3. Teater (17 Juli 2019)

Mengambil tempat di Pendopo Art Space. program ini akan menjadi wadah kolaborasi antara sutradara senior, sutradara muda, dan aktor-aktor muda dari Teater Gadjah Mada.

4. Panggung Kontemporer: Lintasan (19 Juli 2019)

Program ini adalah berupa panggung kontemporer yang bertujuan merayakan praktik kesenian lintas disiplin yang kerap dilakukan para seniman Yogyakarta, dengan tema besar: Elektronika Gamelan -Visual.

5. Pesta Rakyat Kampung Terban (13 Juli 2019)

Sesuai namanya, program ini bermaksud mempertemukan potensi seni budaya kampung Terban dengan pemikiran tokoh-tokoh budaya yang ada di Terban. Kegiatan program ini berupa bazaar produk UMKM, pementasan ketoprak tuna netra, macapatan, dan musik.

6. “PANGGIH” (15 Juli 2019)

Program yang akan dilaksanakan di Museum Pangeran Diponegoro ini dirancang untuk membangun ruang dialog antara dua elemen budaya dalam tradisi masyarakat Jawa. Elemen tersebut adalah sandang dan pangan.

Selain program-program tersebut, FKY 2019 masih menawarkan beragam kegiatan dan aktivitas lain untuk seluruh masyarakat. Misalnya Pasar Seni, terdiri dari 50 stan, yang digelar tiap hari selama pelaksanaan festival di Kampoeng Mataraman. Itu masih ditambah tagi adanya Pasar Tiban, terdiri dari 20 stan produk kreatif dan 10 stan produk kuliner, yang dibuka setiap akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu, di sekitar Telaga Julantoro.

Ada pula workshop-workshop, lokakarya, diskusi, dan tidak ketinggalan panggung seni dan hiburan yang tidak hanya berlokasi di Kampung Mataraman saja, melainkan tersebar di beberapa titik di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul.

“Pertimbangan mengadakan FKY tahun ini di desa panggungharjo karena desa ini secara infrastruktur sudah mapan. selain sisi area, panggungharjo mampu menampung pengunjung, ada beberapa titik yang unik dan bisa diaktivasi untuk pelaksanaan program-program festival ini," ungkap Paksi Raras Alit, Ketua Umum Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019.

“Misalnya kehadiran pasar tiban yang mengaktivasi area telaga julantoro, sambil sekaligus memperluas spektrum produk kreatif yang ditawarkan di FKY ini," pungkasnya.(yve)



Kamis, 27 Jun 2019, 14:45:42 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 313 View
Ternyata Sultan Pintar Guyon
Rabu, 26 Jun 2019, 14:45:42 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 268 View
Ingin Tenar, Ribuan Orang Berebut Golden Ticket
Selasa, 25 Jun 2019, 14:45:42 WIB Oleh : Redaktur 299 View
Bangga Saat Panggilan Tugas Itu Datang

Tuliskan Komentar