atas1

Ekskavasi Situs Liyangan Berhenti karena Alasan Klasik

Selasa, 16 Jul 2019 | 23:52:59 WIB, Dilihat 718 Kali
Penulis : Endri Yarsana
Redaktur

SHARE


Ekskavasi Situs Liyangan Berhenti karena Alasan Klasik Ekskavasi Situs Liyangan di Dusun Liangan Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo, tahun lalu. (endri yarsana/koranbernas.id)

Baca Juga : Orang Tua Ikuti MPLS di Hari Pertama Sekolah


KORANBERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten Temanggung tidak akan melanjutkan ekskavasi situs Liyangan di Dusun Liangan Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo. Ini terjadi karena alasan klasik, pada tahun anggaran 2019 tidak tersedia anggaran khusus untuk ekskavasi.

"Untuk menguak misteri situs Liyangan yang tertimbun material galian C di lokasi tersebut,  sepanjang tahun ini sama sekali tidak ada ekskavasi," ungkap Waluyo, Staf Teknis Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung, Selasa (16/7/2019), di ruang kerjanya.

Menurut dia, bukan hanya ekskavasi, anggaran pengadaan penambahan tanah di sekitar lokasi Situs Liyangan pun tidak ada sama sekali. Praktis tahun ini sama sekali tidak ada anggaran.

Hanya saja, pemeliharaan, perawatan dan penjagaan tetap dianggarkan namun hanya untuk membayar juru pelihara di situs tersebut. "Menggaji juru pelihara situs memang wajib dan harus ada," ujarnya.

Juru pelihara inilah yang diandalkan menjaga keamanan, memelihara serta merawat situs. Pihaknya sedang konsenterasi ke tiga faktor yakni sosialisasi purbakala, lomba karya karya tulis dan pengkajian tata budaya.

Ketiga faktor ini sangat penting bagi masyarakat untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap benda purbakala.

Selain Situs Liyangan, di Temanggung masih banyak terdapat situs lain yang tercecer dan sangat butuh perhatian.

"Situs yang tercecer jumlahnya banyak. Tapi kami akan konsentrasi ke beberapa situs dulu seperti situs Candisari di Kecamatan Bansari dan situs Gedongsari di Kecamatan Jumo," ungkapnya.

Dia berharap semuanya bisa berjalan dan berakhir sesuai harapan. “Liangan sudah banyak yang memperhatikan, sedangkan yang lain belum,” tambahnya.

Dari berbagai ekskavasi yang dilakukan, target utama adalah membuka lahan pertanian zaman Mataram Kuno. Target tersebut sebagian besar tercapai.

Untuk sementara ekskavasi di Liangan ditiadakan terlebih dahulu. Kecuali jika ada temuan baru, kemungkinan pemerintah segera mengalokasikan anggaran ekskavasi kembali. (sol)



Selasa, 16 Jul 2019, 23:52:59 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1005 View
Orang Tua Ikuti MPLS di Hari Pertama Sekolah
Senin, 15 Jul 2019, 23:52:59 WIB Oleh : Sholihul Hadi 543 View
Saat Mahasiswa Pelajari Tingkah Laku Satwa
Senin, 15 Jul 2019, 23:52:59 WIB Oleh : Masal Gurusinga 672 View
Petugas Bersihkan Rumput Liar di Pinggir Jalan

Tuliskan Komentar