atas1

Demi Masa Depan Pertanian, Kades Pundungan Akan Bikin Perdes Khusus

Kamis, 10 Jan 2019 | 19:09:53 WIB, Dilihat 413 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Demi Masa Depan Pertanian, Kades Pundungan Akan Bikin Perdes Khusus Kepala Desa Pundungan Kecamatan Juwiring, Danang Setyawan. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Kabar Baru, Bantul Kini Punya Air Kemasan Lokal


KORANBERNAS.ID—“Setiap pergi ke sawah saya melihat banyak sampah plastik menumpuk di sekitar persawahan. Kalau sampah itu tidak segera ditangani bagaimana nasib kesuburan tanah di sini 10 atau 20 tahun ke depan,” kata Kepala Desa Pundungan Kecamatan Juwiring Klaten, Danang Setyawan kepada koranbernas.id.

Danang merasa prihatin atas kondisi itu. Sebab wilayahnya merupakan sentra pertanian yang kondisi kesuburan tanahnya juga harus dijaga.

Namun dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa adanya dukungan dan komitmen seluruh warga.

Gagasan menciptakan desa tanpa sampah plastik didasari rasa keprihatinannya atas perilaku warga yang suka membuang sampah di sembarang tempat.

Biasanya lokasi yang dijadikan tempat membuang sampah adalah kebun, lahan pertanian dan sungai. Untuk mengubah perilaku itulah dibutuhkan satu gerakan moral yang tentunya dibarengi penerapan sanksi.

“Ke depannya kami akan menggandeng BPD dan tokoh masyarakat untuk membuat peraturan desa tentang larangan membuang sampah di sembarang tempat. Sekarang sudah ada tempat pengolahan sampah 3R dan warga nantinya diimbau membuang sampah di tong sampah yang telah disediakan,”ujarnya.

Selama ini, kata dia, penanganan sampah di wilayah Desa Pundungan sudah ada yang merintis. Namun hasilnya belum maksimal. Sebab kenyataannya masih saja banyak sampah yang dibuang sembarangan.

Selain akan membuat Peraturan Desa tentang larangan membuang sampah sembarangan, Pemdes Pundungan juga akan menggandeng ibu-ibu PKK untuk memberikan contoh tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Mengapa harus ibu-ibu PKK? Danang Setyawan menjawab karena ibu-ibu yang sering pergi belanja dan membawa bungkusan plastik.

Sampah plastik itulah yang harus dikumpulkan dan selanjutnya dibuang ke tong sampah. Dan sampah plastik itu ternyata punya nilai ekonomis karena bisa dijual dan didaur ulang lagi menjadi kerajinan tangan.

“Dan jangan dibuang sembarangan,” pintanya. (SM)



Kamis, 10 Jan 2019, 19:09:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 861 View
Kabar Baru, Bantul Kini Punya Air Kemasan Lokal
Kamis, 10 Jan 2019, 19:09:53 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 617 View
Ayo Rawat Ginjal Sejak Dini
Kamis, 10 Jan 2019, 19:09:53 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 538 View
Mahasiswa Polbangtan Siap Hadapi Revolusi 4.0

Tuliskan Komentar