atas1

Covid-19 Rata-rata Menyerang Pria

Kamis, 09 Apr 2020 | 11:47:17 WIB, Dilihat 214 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Covid-19 Rata-rata Menyerang Pria Rapat Komisi B DPRD DIY membahas redesaian APBD DIY 2020 untuk penanganan Covid-19. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : GL Zoo Rumahkan Sebagian Karyawan, Digaji Tidak Utuh


KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Virus Corona atau Covid-19 rata-rata menyerang kaum pria sehingga muncul gurauan mungkin virus tersebut berjenis kelamin perempuan. Ini hanya sekadar joke saja. Terlepas benar atau tidak, namun setidaknya tercatat rata-rata pasien Corona di Provinsi DIY adalah pria.

“Berbahagialah para ibu karena Covid-19 banyak menyerang laki-laki yang sudah berusia, punya penyakit bawaan dan penyakit dalam. Makanya saya semir rambut saya untuk ngapusi Covid-19,” kelakar Danang Wahyu Broto, Ketua Komisi B DPRD DIY.

Saat membuka rapat dengan tim bidang ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY, Kamis (9/4/2020) di DPRD DIY, Danang bergurau agar kaum pria terutama yang sudah berambut putih untuk segera menyemir rambutnya supaya tetap kelihatan muda sehingga virus Corona tidak tertarik datang. “Rambut putih itu mungkin dianggap seksi oleh Covid-19,” candanya.

Didampingi wakil dan sekretarisnya Dwi Wahyu B serta Atmaji, lebih jauh Danang menyampaikan redesain APBD DIY 2020 untuk penanganan Corona segera dikirim ke pemerintah pusat. Mengenai besaran anggaran dan angka-angkanya, prinsipnya pemerintah pusat akan menyepakati. “Agak unik juga tapi transfer-nya  kapan waallhu ‘alam,” kata dia.

Sedangkan penggunaan Dana Keistimewaan (Danais), lanjut dia, Gubernur DIY sudah menyatakan oke hanya saja pemerintah pusat memutuskan untuk tidak dibicarakan terlebih dulu alias diambangkan.

Berdasarkan paparan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY diketahui perekonomian DIY mengalami pelambatan sebagai dampak tutupnya aktivitas pariwisata, seluruh obyek wisata dan hotel-hotel.

Masyarakat miskin dan rentan miskin meningkat jumlahnya. Apabila kondisi ekonomi DIY terus memburuk berpotensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang angkanya bisa mencapai 42 persen dari jumlah tenaga kerja di provinsi ini. Potensi PHK paling tinggi terjadi pada sektor  perhotelan dan restoran.

Sebelumnya, saat rapat Komisi D DPRD DIY diketahui sejumlah 76.261 pekerja kehilangan pekerjaan atau berhenti bekerja akibat wabah Covid-19. Mereka akan mendapatkan jatah hidup (Jadup) selama dua bulan. Pemda DIY mengalokasikan anggaran hingga Rp 300 miliar dari APBD.

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda DIY Endang Patmintarsih menyatakan mereka yang kehilangan pekerjaan akibat wabah Covid-19 dikategorikan sebagai kepala keluarga penerima manfaat (KKPM).  Pemda DIY mengalokasikan jadup setiap orang sebesar Rp 625 ribu per bulan selama April-Mei 2020. (sol)



Kamis, 09 Apr 2020, 11:47:17 WIB Oleh : Sholihul Hadi 277 View
GL Zoo Rumahkan Sebagian Karyawan, Digaji Tidak Utuh
Kamis, 09 Apr 2020, 11:47:17 WIB Oleh : John de Santo 528 View
Covid-19, Teguran Keras Alam kepada Manusia
Rabu, 08 Apr 2020, 11:47:17 WIB Oleh : Boy Anugerah, Alumnus Magister Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Direktur Eksekutif Literasi 271 View
Pagebluk Corona dan Ujian Kesaktian Pancasila

Tuliskan Komentar