atas1

16 Beswan Djarum Adu Gagasan Inovatif Kreatif

Kamis, 23 Mei 2019 | 21:45:16 WIB, Dilihat 199 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


16 Beswan Djarum Adu Gagasan Inovatif Kreatif Para juara Beswan Djarum dan Juru, usai merampungkan Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019. (istimewa)

Baca Juga : OYO Terima Pesanan Kamar Hotel Tiap 4,5 Menit


KORANBERNAS.ID—Ruang dan wadah yang dapat memacu mahasiswa melahirkan ide dan gagasannya, sangat diperlukan. Dengan adanya ruang dan wadah ini, kelak para generasi muda bisa menjadi lokomotif penggerak bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.

Hal ini yang membuat Djarum Foundation kembali menyelenggarakan Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019. Kompetisi ini terbuka bagi 465 Beswan Djarum (sebutan bagi mahasiswa penerima program Djarum Beasiswa Plus) 2018/2019 yang tersebar di puluhan perguruan tinggi ternama di seluruh penjuru Indonesia.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H Serad, menuturkan, Writing Competition merupakan kelanjutan dari pembekalan keterampilan lunak atau soft skills yang diberikan kepada Beswan Djarum.

Sebelumnya, mereka sudah menerima berbagai pelatihan seperti Character Building yang menanamkan karakter luhur dan juga Leadership Development yang membentuk para mahasiswa berprestasi sebagai pemimpin yang visioner dan mampu memberikan perubahan yang lebih baik.

“Setelah beragam soft skills tersebut, Writing Competition merupakan ajang bagi Beswan Djarum untuk menunjukkan pemikiran kritisnya terhadap permasalahan bangsa dan memberikan gagasan orisinal berdasarkan keilmuan yang ditekuninya,” tutur Primadi.

Kompetisi ini digelar dalam dua tahap. Pada tahap pertama, para peserta terlebih dahulu menjalani kompetisi di tahap regional yang dibagi dalam empat wilayah yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Dari setiap wilayah tersebut, terpilih dua mahasiswa yang mewakili kategori Non-Eksakta serta dua mahasiswa lainnya yang mewakili kategori Eksakta.

Dari 16 mahasiswa yang beradu gagasan selama dua hari yakni 21-22 Mei 2019 di Yogyakarta, tiga orang pemenang dari setiap kategori berhasil keluar sebagai juara di ajang Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019.

Dari kategori eksakta, Juara pertama yakni Sheilla Windy Komara, mahasiswi Institut Teknologi Bandung dengan esainya berjudul “Implementasi Farmakogenomik Melalui Pengembangan U-PGx GIMS (UBIQUITOS PHARMACOGENOMIC GENETIC INFORMATION MANAGEMENT SUITE) di Indonesia”.

Juara kedua adalah Patricia Samantha Puteri, mahasiswi yang memilih program studi Science Technology Pharmacy dari Institut Teknologi Bandung. Dan juara ketiga berhasil diperoleh mahasiswi jurusan Farmasi dari Universitas Andalas bernama Astika.

Sheilla sedikit membagikan pengalamannya saat harus bekerja keras menyelesaikan esainya. Ia merasa bangga karena dalam proses pengerjaan ia sampai jatuh sakit, namun tidak menyerah.

“Meskipun sempat kesulitan karena sakit demam saat proses menyelesaikan esai. Saya tidak mau menyerah dan tetap berusaha menyelesaikan dengan baik. Selain Writing Competition yang mengajarkan saya untuk berani berinovasi menyelesaikan masalah bangsa, saya juga mendapat soft skills Character Building. Saya dibina memiliki jiwa yang bertanggung jawab dan berani. Saya meyakini ini adalah kerja keras dan support dari teman-teman dan orang terdekat. Berkat kerja keras, semuanya terbayar,” kata Sheilla bersemangat.

Sementara itu, di kategori non eksakta, tiga mahasiswi juga berhasil menyabet gelar juara. Mereka adalah Teranisa Nabilah Balqis dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Lain halnya dengan Sheilla yang penuh percaya diri saat tampil, Tera justru sempat minder di atas panggung.

Menurut mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan itu, presentasinya tak berjalan sesuai dengan rencananya.

“Waktu saya duduk di ballroom tempat kami semua berkompetisi, saya cuma duduk di setengah kursi. Terus saya dengar nama saya dipanggil pertama kali untuk tampil.

Pointer presentasinya sempat mati lalu saya blank. Saya sempat bingung berapa detik dan cuma terdengar suara gemetar. Untung saat closing, saya bisa menyelesaikan dengan baik,” kata Tera.

Langkah selanjutnya, Tera bersama dosen pembinanya berniat untuk mewujudkan inovasi aplikasi SAMPAHQU ini ke tingkat pemerintah daerah.

Dua mahasiswi yang menduduki juara kedua dan ketiga, masing-masing adalah Widya Wijaya Kusuma Putri dari Universitas Surabaya dan Lidya Ametha Karina dari Universitas Sumatera Utara.

Para pemenang Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 baik dari kategori Non-Eksakta serta kategori Eksakta ini diberikan apresiasi sebesar Rp 20 juta bagi juara pertama, Rp 15 juta untuk juara kedua dan Rp 10 juta bagi juara ketiga.

Adrian Hadinata , Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation menambahkan, Writing Competition ini menjadi program lanjutan dari beragam pembekalan soft skills yang diberikan kepada Beswan Djarum.

Setelah menerima Character Building dan Leadership Development, saat ini ajang kompetisi untuk merangsang mereka menunjukkan ide kreatif untuk memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa dan masyarakat. (SM)



Kamis, 23 Mei 2019, 21:45:16 WIB Oleh : Surya Mega 290 View
OYO Terima Pesanan Kamar Hotel Tiap 4,5 Menit
Kamis, 23 Mei 2019, 21:45:16 WIB Oleh : Prasetiyo 475 View
Pelajar SMKN 1 Patungan Filmkan Perjuangan Orang-Orang Tionghoa
Rabu, 22 Mei 2019, 21:45:16 WIB Oleh : Sari Wijaya 756 View
Staf Desa Minta Gaji Setara UMK

Tuliskan Komentar