begini-rupa-perangkap-hawa-wereng-karya-anak-pundong Siswa SMKN 1 Pundong memasang perangkap hama wereng, Sabtu (13/6/2020). (Sari Wijaya/koranbernas.id)


sri-wijaya

Begini Rupa Perangkap Hawa Wereng Karya Anak Pundong

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL--Tangan Muhammad Raihan Khoirillah dan Rosyid Jauhar siswa kelas XI Jurusan Teknik Audio Video (TAV) SMKN 1 Pundong cekatan merangkai baterai, komponen elektronik lain, solar sell, baskom air dan lampu, Sabtu (13/6/2020) siang.

Di bawah bimbingan Guru Sumarwan dan juga arahan Kepala Sekolah Sutopo, S.Pd, hanya 30 menit keduanya sudah mampu membuat satu unit alat perangkap hama wereng yang ramah lingkungan.


Baca Lainnya :

“Alat ini sudah sekitar dua bulan dirancang dan sudah ada yang membeli serta menggunakan. Hasilnya efektif untuk menjebak wereng,”kata Sutopo.

Pembuatan satu unit alat, membutuhkan biaya produksi Rp 180.000. Dan komponen untuk membuat alat mudah dicari di toko alat eletronik atau dibeli secara online.


Baca Lainnya :

“Kalau untuk produksi massal belum. Namun biar nanti ini diproduksi anak-anak,” katanya.

Saat digunakan untuk luas 1 hektar tanaman padi, dibutuhkan alat 12 unit. Kalau untuk tanaman sayuran 30 unit. Alat ini dipasang di beberapa titik di sawah ataupun kebun sayur.

Suwarman mengatakan, alat ini beroperasi menggunakan energi panas matahari. Untuk sekali dioperasikan, baterai dari energi matahari ini bisa bertahan 10 jam. Lampu pada alat ini akan otomatis menyala saat malam hari. Cahayanya yang terang dan sensitif menarik kedatangan serangga termasuk wereng untuk mendekat. Dan di bawah lampu diberi baskom dengan air sabun yang memantulkan cahaya lampu.

“Nah cahaya di air ini juga menarik serangga dan wereng untuk mendekat dan akhirnya mereka terjebak masuk ke dalam air sabun,”kata Suwarman.

Raihan menjelaskan, pembuatan alat tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Hanya kisaran 30 menit.

“Alat ini bisa digunakan sekarang, kemudian bisa dimanfaatkan lagi di musim tanam yang akan dating,”katanya. (SM)

 


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini