Akibat Pandemi, Penyerahan Sertifikat Tanah Pun Secara Virtual

Akibat Pandemi, Penyerahan Sertifikat Tanah Pun Secara Virtual

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah pusat menyerahkan satu juta sertifikat secara nasional di 31 provinsi. Penyerahan secara simbolis dilakukan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo, Senin (9/11/2020) dan diteruskan oleh masing-masing Kepala Daerah.

Di Kabupaten Sleman, penyerahan sertifikat dilakukan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, di Aula Kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik.

Presiden Joko Widodo menargetkan 7 juta sertifikat tanah diberikan kepada masyarakat pada tahun 2020 ini. Jumlah tersebut menurun dari target awal sebanyak 10 juta sertifikat. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

"Pandemi ada hambatan di lapangan maupun di kantor. Saya turunkan menjadi 7 juta dan saya yakin Insya Allah akan tercapai," kata Joko Widodo.

Joko Widodo berharap seluruh bidang tanah sudah memiliki sertifikat pada tahun 2025 agar ke depan tidak terdapat konflik tanah dan sengketa tanah. Hal itu muncul karena ketika Joko Widodo turun ke lapangan, banyak menjumpai keluhan mengenai sengketa tanah.

"Karena setiap saya turun ke desa, ke kampung setiap minggunya, banyak sekali keluhan mengenai tanah yang belum bersertifikat sehingga menimbulkan konflik tanah, sengketa tanah," kata Joko Widodo.

Sementara Bupati Sleman, Sri Purnomo, menjelaskan berdasarkan data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sleman, pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Sleman tahun 2020 sebanyak 10.500 bidang. Dari jumlah tersebut yang telah diserahkan sebanyak 3.040 bidang.

“Sementara yang diserahkan simbolis secara virtual hari ini 60 bidang. 50 bidang diserahkan di Balai Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman dan yang 10 diserahkan di Hotel Inna Garuda oleh Gubernur DIY,” jelas Sri Purnomo. (*)