Sudah Bayar, Sejumlah Kepala Sekolah di Klaten Batal Piknik ke Bali

Awalnya, jumlah peserta 90 orang menggunakan dua bus pariwisata, tapi batal.

Sudah Bayar, Sejumlah Kepala Sekolah di Klaten Batal Piknik ke Bali

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sejumlah Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Klaten yang menjadi calon peserta kegiatan pahargyan purnatugas wisata ke Bali, batal piknik, padahal mereka sudah membayar iuran ke panitia penyelenggara.

Mereka kemudian meminta pertanggungjawaban panitia kegiatan itu terkait hangusnya biaya wisata yang mencapai puluhan juta rupiah meski kegiatan batal dilaksanakan.

Menurut keterangan beberapa kepala sekolah, sedianya kegiatan pahargyan purnatugas wisata ke Bali akan dilaksanakan 11 hingga 15 Februari 2025 dengan tujuan beberapa obyek wisata terkenal di Pulau Dewata.

Untuk kelancaran acara selama 5 hari 4 malam, biaya ditanggung oleh peserta. Masing-masing peserta membayar iuran Rp 1.850.000. Panitia penyelenggara juga disebut-sebut sudah membayar uang muka Rp 30 juta dan kena penalti pembatalan Rp 58 juta.

Tetap hangus

Awalnya, jumlah peserta 90 orang menggunakan dua bus pariwisata, tapi batal. Sampai sekarang tidak ada pertanggungjawaban dari panitia terkait biaya yang sudah keluar. “Masak batal berangkat tetap hangus sebesar itu (Rp 88 juta)," kata beberapa kepala sekolah menyampaikan keluhannya kepada koranbernas.id, Rabu (12/11/2025).

Kepala sekolah tersebut menambahkan, peserta kegiatan adalah penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), kepala sekolah negeri dan swasta dan purnatugas.

Panitia saat dikonfirmasi mengakui batalnya acara tersebut. Meski demikian, batalnya acara tersebut juga berdampak pada biaya.

Saat ditanya wisata ke Bali tersebut sedianya menggunakan biro wisata apa dan alamatnya di mana, panitia itu menjawab sudah lupa namanya tetapi beralamat di Juwiring Klaten.

Biaya pembatalan

Perwakilan biro wisata itu saat dikonfirmasi terkait biaya yang harus ditanggung panitia atas batalnya acara tersebut mengatakan angka sebenarnya bukan Rp 88 juta melainkan Rp 58 juta.

Melalui pesan singkat dia menyatakan awalnya direncanakan 90 orang dengan dua bus namun karena suatu hal panitia mengurangi menjadi 45 orang menjadi satu bus. Kemudian, dalam pelaksanaan H-1 minggu terjadilah pembatalan dan sejak awal sudah disampaikan adanya biaya pembatalan.

Hingga berita ini dibuat, sejumlah kepala sekolah mengaku belum menerima laporan pertanggungjawaban maupun penjelasan dari mantan panitia penyelenggara kegiatan pahargyan purnatugas wisata ke Bali itu. (*)