Program Genting di Klaten, Nuryanti: Stunting Bukan Hanya Disebabkan Kurang Gizi Kronis

Pada akhir 2024, kasus stunting di Kabupaten Klaten pada angka 20,8 persen atau lebih tinggi dari Provinsi Jawa Tengah 17 persen dan nasional 19 persen.

Program Genting di Klaten, Nuryanti: Stunting Bukan Hanya Disebabkan Kurang Gizi Kronis
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Dinsos P3APPKB Kabupaten Klaten, Nuryanti SKM. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus menggiatkan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) di wilayahnya. Meski berbagai upaya telah dilakukan namun angka stunting di tetap tinggi.

Berdasarkan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) Kementerian Kesehatan pada akhir 2024, kasus stunting di Kabupaten Klaten pada angka 20,8 persen atau lebih tinggi dari angka Provinsi Jawa Tengah 17 persen dan nasional 19 persen.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Klaten melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB), menggandeng stakeholder untuk bersama-sama menurunkan angka stunting sebagaimana dituangkan dalam Perpres Nomor 71 Tahun 2021.

Program Genting meliputi nutrisi yakni pemberian makanan dan non-nutrisi berupa akses air bersih dan pembuatan jamban kepada keluarga rentan stunting (KRS).

Faktor lain

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk) Dinsos P3APPKB Kabupaten Klaten, Nuryanti SKM, mengatakan terjadinya stunting bukan hanya disebabkan kurang gizi kronis semata, tapi faktor lain seperti air bersih.

"Di Kabupaten Klaten juga ada beberapa wilayah yang sumber mata airnya kurang bagus," katanya kepada koranbernas.id, Jumat (29/8/2025).

Saat ini program yang sudah berjalan di wilayah Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang. PT SGM yang sudah ikut program Genting membangun akses air bersih untuk warga sekitar.

Banyaknya pihak yang ikut terlibat dalam program Genting di Kabupaten Klaten, menjadikan daerah ini menempati nomor urut enam program Genting di Provinsi Jawa Tengah. "Mudah-mudahan dengan adanya program Genting bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Klaten," ujarnya.

Kondisi lapangan

Sebelumnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan kondisi riil di lapangan bahwa angka stunting di Kabupaten Klaten masih tinggi. Padahal berbagai upaya telah dilakukan dengan menggandeng stakeholder.

"Realitanya, stunting di Kabupaten Klaten masih tinggi, pada angka dua digit. Ini butuh keseriusan bersama, gotong-royong bersama, bahu membahu agar stunting bisa turun," kata bupati pada acara Pra Musrenbang Konvergensi Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting di Pendopo Pemkab, Kamis (28/8/2025).

Senada, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto menambahkan sejak tahun 2021-2024 penurunan angka stunting di Kabupaten Klaten relatif kecil di angka nol koma.

"Bahwasanya, stunting di Kabupaten Klaten cukup tinggi sehingga perlu penanganan untuk menurunkannya. Mulai dari ibu hamil dan setelahnya, terutama pada saat seribu hari kelahiran," kata Benny. (*)