Minggu, 09 Mei 2021,


pangdam-diponegoro-mengingatkan-tentang-ancaman-disintegrasi-bangsaPangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto (tengah), saat bersilaturahmi dengan komponen masyarakat Banyumas, Kamis (8/4/2021). (istimewa)


Siaran Pers
Pangdam Diponegoro Mengingatkan tentang Ancaman Disintegrasi Bangsa

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOKERTO – Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto, melaksanakan silaturahmi bersama komponen masyarakat di Hall Room Hotel Java Heritage, Purwokerto, Banyumas, Kamis (8/4/2021).


Selain untuk mempererat dan memupuk tali silaturahmi bersama segenap komponen yang ada di wilayah Banyumas, juga sebagai wahana sharing guna membahas perkembangan situasi wilayah terkait dengan kerukunan umat beragama di wilayah Banyumas.


Silaturahmi tersebut bertema Mewujudkan Binter TNI-AD Yang Adaptif Melalui Kegiatan Pembinaan Kerukuan Umat Beragama Demi Mencegah Konflik Sosial Antar Umat Beragama Serta menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Mayjen TNI Rudianto mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan dan atas banyaknya hadirin. Hal ini menandakan kekompakan di eks karesidenan Banyumas.


Menurut Pangdam, salah satu ancaman konflik sosial di era digital saat ini adalah terbentuknya polarisasi yang dapat menyebabkan disintegrasi anak bangsa. "Polarisasi multi dimensi yang timbul harus disikapi dengan serius oleh semua entitas bangsa, agar bangsa ini tetap utuh sesuai cita-cita awal pendiri bangsa," paparnya.


Kodam IV/Diponegoro bersama seluruh elemen masyarakat mempunyai kewajiban untuk menjadi katalisator terhadap polarisasi, baik di dunia maya, media sosial dan di dunia nyata. Bahu membahu, bergandeng tangan untuk mengatasi dampak konflik sosial yang timbul.


FKUB, menurut Pangdam, telah bekerja secara dialogis dengan masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan suatu kondisi masyarakat yang harmonis, aman dan rukun.

"Struktur masyarakat Banyumas yang mudah menerima perbedaan, merupakan modal budaya untuk mendapatkan suatu masyarakat yang ideal. Yaitu masyarakat yang berusaha untuk saling menghormati kepercayaan agama lainnya dan menghargai suatu perbedaan. Sehingga, setiap polarisasi yang muncul di masyarakat, secara linier dapat ditemukan solusi pemecahannya," kata Pangdam.

Disamping hal tersebut, Pangdam menyampaikan, Indonesia saat ini ada di peringkat 8 dari negara dunia yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 terbanyak dan tercepat. Karenanya, melalui kegiatan ini perlu disosialisasikan akan pentingnya vaksin bagi masyarakat. Hal ini agar ekonomi bangsa segera pulih.

"Dengan vaksin ini, kita bisa memulihkan ekonomi bangsa kita. Karenanya, mari kita sampaikan hal ini kepada masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, agar Covid ini bisa ditekan dan perekonomian cepat pulih dan kembali normal," kata Pangdam.

Ketua FKUB. Banyumas, Dr KH M Raqib M.Ag, mengatakan FKUB Banyumas telah dan akan terus bersinergi dengan TNI, khususnya Korem 071/Wijayakusuma, dalam menyikapi apabila ada permasalahan, khususnya tentang kerukunan umat beragama di Banyumas.

"Atas nama pengurus FKUB Banyumas, mendukung spirit atas semangat menjaga keutuhan NKRI dengan menjaga kerukunan beragama. Agama yang inklusif, agama yang membawa sisi kedamaian, agama yang membawa keeratan antar umat beragama," terangnya.

Silaturahmi Pangdam IV/Diponegoro bersama komponen masyarakat Banyumas ini dihadiri Irdam IV/Diponegoro, Danrem 071/Wijayakusuma, Asrendam IV/Diponegoro, para Askasdam IV/Diponegoro, Kazidam IV/Diponegoro, Kapendam IV/Diponegoro, Ketua FKUB Banyumas, tokoh agama, tokoh masyarakat Banyumas. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini