Minggu, 09 Mei 2021,


tiga-kabupaten-tertarik-inovasi-titip-bundakuRombongan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali dan Demak mengunjungi Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten untuk belajar dan mengadopsi inovasi 'Titip Bundaku' Kabupaten Klaten tentang penyelamatan arsip penting masyarakat di daerah bencana alam. (istimewa)


Masal Gurusinga
Tiga Kabupaten Tertarik Inovasi Titip Bundaku

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah berniat mengadopsi inovasi 'Titip Bundaku' yang diluncurkan Pemkab Klaten. Tiga kabupaten tersebut Boyolali, Demak dan Jepara.


Inovasi 'Titip Bundaku' yang sudah dua tahun berjalan bertujuan menyelamatkan arsip penting masyarakat di daerah bencana.


Niat tiga kabupaten tetangga mengadopsi inovasi tersebut diwujudkan dengan mengunjungi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten.

Endah Purnamaningsih, arsiparis ahli Kabupaten Boyolali, mengatakan Boyolali yang berdampingan dengan Kabupaten Klaten merupakan daerah rawan bencana alam erupsi Gunung Merapi. Karenanya, dia mengaku tertarik dengan inovasi 'Titip Bundaku'


"Kami ingin belajar lebih detil tentang inovasi ini. Kebetulan Boyolali juga termasuk daerah rawan bencana," kata Endah, Kamis (8/4/2021).


Endah menambahkan, selama ini upaya penyelamatan arsip penting sebenarnya sudah dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Boyolali. “Namun baru sebatas arsip milik pemerintah desa," ujarnya.


Hal serupa dilakukan rombongan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Demak. Rombongan yang dipimpin Kepala Bidang Kearsipan, Prayitno, berkunjung ke Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten.

Prayitno menceritakan, pihaknya banyak mendapatkan informasi seputar inovasi 'Titip Bundaku' dari media massa. Termasuk kemajuan yang diraih Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten dibidang pengawasan kearsipan, termasuk KIPP.

"Kabupaten Demak sering dilanda banjir. Banyak dokumen warga yang rusak. Upaya penyelamatan sudah kami lakukan tapi sebatas dokumen pemerintah desa dan belum milik masyarakat. Titip bundaku ini akan kami adopsi dan secara tehnis kami berkunjung untuk belajar," katanya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten, Syahruna, mengemukakan inovasi 'Titip Bundaku' akan terus dikembangkan, baik dari sisi pengambil manfaat maupun sistemnya.

"Target kami, untuk daerah rawan erupsi Gunung Merapi pengalihan media arsip warga bisa kami selesaikan," jelas mantan Kepala Inspektorat Klaten itu.

Ia menambahkan, selain Kabupaten Boyolali dan Demak, Kabupaten Jepara pun tertarik dan berniat mengadopsi inovasi 'Titip Bundaku' Kabupaten Klaten. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini