Kamis, 21 Okt 2021,


kinerja-ekspor-ikm-kerajinan-melonjak-eropa-masih-menjadi-andalanAcara pelepasan ekspor produk kerajinan dari sejumlah perusahaan di sektor industri kerajinan di Yogyakarta. (istimewa)


Siaran Pers
Kinerja Ekspor IKM Kerajinan Melonjak, Eropa Masih Menjadi Andalan

SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Kementerian Perindustrian terus mendukung peningkatan daya saing IKM untuk penetrasi ke pasar ekspor. Salah satunya melalui promosi produk kerajinan nasional dengan fasilitasi kepesertaan IKM kerajinan pada Pameran Ambiente di Messe, Frankfurt, Jerman. Perusahaan yang telah mendapatkan fasilitas kepesertaan ini, tercatat mampu meningkatkan kinerja ekspornya dan berkesempatan memiliki pasar yang lebih luas dengan menggaet konsumen dari berbagai negara.


“Pameran Ambiente merupakan salah satu pameran skala internasional untuk produk kerajinan, khususnya home decor, yang diikuti oleh lebih dari 96 negara setiap tahunnya. Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA secara rutin berpartisipasi pada Pameran Ambiente, kecuali tahun 2021 ini karena adanya pandemi global,” kata Plt. Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita di Yogyakarta, Selasa (12/10/2021).

  • Ketersediaan Pangan Tak Penuhi Populasi Manusia

  • Sebagaimana rilisnya ke koranbernas.id, Ditjen IKMA Kemenperin menyaksikan secara langsung pelepasan ekspor produk kerajinan dari empat perusahaan di sektor industri kerajinan khususnya home decor, yaitu PT Harmoni Jaya Kreasi, CV Industri Classica Variasi, CV Palem Craft Jogja, dan CV Pandanus Internusa. Keempat perusahaan ini pernah mendapat fasilitasi kepesertaan dari Kementerian Perindustrian pada Pameran Ambiente.

    PT Harmoni Jaya Kreasi merupakan IKM anyaman dari serat alam dan telah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada tahun 2018-2020. Negara tujuan pasar ekspornya adalah Perancis, USA, Belanda, Spanyol, Austria, Norwegia, Belgia, Denmark, Afrika Selatan, dan UK. Sementara itu, CV Industri Classica Variasi (Enclave) merupakan IKM kerajinan kayu & small furniture, yang mengikuti Pameran Ambiente pada tahun 2017-2019. Adapun pasar ekspornya meliputi Belanda, Jerman, Hong Kong, Kanada, Tunisia, Swiss, Rusia, Cyprus, India dan USA.


    Sedangkan CV Palem Craft Jogja pernah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada 2019-2020. Perusahaan ini memproduksi dekorasi berbahan baku serat alam dan limbah, dengan tujuan ekspor ke Spanyol, Israel, Jerman, Perancis, Denmark, India, Belanda, Turki, Belgia, Chile, Argentina, China dan USA.

    “Untuk kali ini, Palem Craft akan memberangkatkan 16 kontainer ke Spanyol, Perancis, Belgia, Jerman, dan Polandia,” katanya.

    CV Pandanus Internusa yang memproduksi dekorasi rumah berbahan anyaman pandan, pernah mengikuti Pameran Ambiente pada 2019-2020. Produknya telah diekspor ke Dubai, India, Jerman, Vietnam, Inggris, Maroco dan Belanda. Kali ini, Pandanus akan memberangkatkan 10 kontainer ke Jerman dan USA yang dilakukan bertahap sampai akhir bulan menyesuaikan kesediaan kapal dan kontainer.

    “Hal ini menunjukkan bahwa IKM kita memiliki daya saing cukup tinggi di pasar global. Selain itu, juga memberikan harapan baik bagi kita semua, bahwa IKM tetap bisa bertahan di masa pandemi yang berat ini, bahkan terus berkembang hingga dapat melakukan ekspor,” ucap Reni.

    Reni menambahkan, IKM kerajinan Tanah Air memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Hal ini terlihat dari ekspor produk kerajinan yang tercatat menembus US$ 829 juta pada 2020. Tak hanya itu, jika dilihat dari jumlahnya, industri kerajinan berperan cukup dominan yaitu mencapai lebih dari 700 ribu unit usaha, dan menyerap tenaga kerja hingga 1,32 juta orang.

    Melihat kondisi tersebut, peluang pengembangan industri kerajinan terbentang luas. Apalagi, pangsa pasar industri kerajinan Indonesia baru 2,5 persen dari pasar dunia dan bisa terus berkembang. Oleh sebab itu, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian terus aktif mempromosikan beragam produk kerajinan nasional agar mampu menguasai pasar domestik dan internasional.

    “Salah satu bentuk dukungan Kemenperin untuk promosi kerajinan nasional yaitu memberikan fasilitas keikutsertaan IKM kerajinan pada pameran berskala internasional, seperti Pameran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman,” kata Reni.

    Pameran Ambiente merupakan pameran dagang terbesar untuk sektor consumer goods serta menjadi ajang temu bisnis para pelaku usaha di sektor interior decoration, gifts & premiums serta table & diningware. Kenaikan nilai transaksi di Paviliun Indonesia dalam lima tahun terakhir tercatat mencapai 113 persen.

    “Tentunya hal ini merupakan capaian yang membanggakan, yang menunjukkan peningkatan kemampuan IKM Indonesia, dan juga peningkatan penetrasi terhadap pasar global, khususnya Uni Eropa,” kata Reni.

    Reni mengapresiasi kinerja IKM kerajnan yang mampu terus mengekspor produknya di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Sebab, perusahaan harus menghadapi kelangkaan kontainer dan kapal serta meningkatnya biaya pengiriman akibat pandemi yang mengganggu rantai pasok dunia. “Harapannya ke depan permasalahan ini dapat segera ditangani pihak terkait,” ucap Reni.

    Pada ekspor kali ini, empat perusahaan memberangkatkan produknya dengan total 28 kontainer 40 feet HC secara bertahap.

    Kinerja ekspor IKM peserta Pameran Ambiente rata-rata meningkat sebesar 99,5 persen per tahun selama tiga tahun terakhir. “Pada 2019, delapan peserta Pameran Ambiente mencatatkan nilai penjualan saat pameran sebesar US$ 1,57 juta dan nilai ekspor setelah pameran menjadi US$ 3,28 juta. Pada 2018 nilai penjualan enam peserta saat pameran tercatat US$ 705,2 ribu dan nilai ekspor setelah pameran menjadi US$ 1,2 juta. Sedangkan pada 2017, delapan peserta mencatatkan nilai penjualan US$ 439,6 ribu dengan nilai ekspor setelah pameran jadi US$ 950 ribu,” tutup Reni. (*)

     

     

     



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini