Sabtu, 05 Des 2020,


isolasi-dan-akb-kunci-kebumen-tekan-kasus-covidTERAPKAN AKB -- Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) menjadi kunci keberhasilan Kebumen tekan kasus Covid. (istimewa)


Nanang W Hartono

Isolasi dan AKB, Kunci Kebumen Tekan Kasus Covid


SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Isolasi mandiri dan perilaku masyarakat menjadi hambatan menekan lonjakan kasus terkonfirmasi Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Kebumen. Alhasil, isolasi terpusat dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjadi prioritas kerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kebumen.

Masalah itu terungkap dalam rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 Kebumen, Rabu (21/10/2020) siang. Rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono SH diikuti Kepala Puskesmas dan dokter dari 28 Puskesmas se-Kabupaten Kebumen.


Baca Lainnya :

Staf Kementerian Kesehatan, drg Monica Nirmala, mengungkapkan, dari hasil penelitian hanya 30 persen orang terkonfirmasi Covid-19 yang menularkan ke orang lain. Namun, satu orang terkonfirmasi, dapat menularkan ke banyak orang. Lokasi penularan tidak hanya di ruang tertutup, tetapi juga di ruang terbuka, khususnys ketika terjadi kerumunan.

“Isolasi mandiri seharusnya bersamaan dengan seseorang diambil swab. Isolasi tidak menunggu hasil test PCR. Hal ini untuk menghindari, penularan ke orang lain, jika ternyata hasil swab terkonfirmasi Covid-19. Apalagi, hasil test PCR, (baru keluar) lebih dari 2 hari,” ujarnya.


Baca Lainnya :

Penerapan AKB dan isolasi terpusat menjadi kunci menekan kasus terkonfirmasi COVID-19.
Monica mengingatkan, operasi yustisi pemakaian masker hendaknya menyasar lokasi dan sasaran yang tepat. Koordinasi dinilai penting sehingga operasi yustisi dapat memperbaiki perilaku masyarakat untuk melaksanakan AKB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Budi Satrio MKes mengungkapkan, di Kebumen kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga kini telah mencapai 1.144 kasus. Terjadi lonjakan kasus, setelah ada perubahan penanganan pasien terkonfirmasi COVID-19, tanpa gejala, yakni cukup dengan isolasi mandiri di rumah.

“Masalahnya saat isolasi mandiri, selain rumah pasien yang tidak layak untuk isolasi, seperti luas dan ruangan yang ada, juga masih banyak pasien isolasi masih berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dibuktikan hasil penelusuran, cukup banyak orang yang masih kontak dengan terkonfirmasi Covid-19,” tuturnya.
Di Kabupaten Kebumen, berdasarkan ketentuan WHO, seharusnya tiap hari pengambilan swab untuk1300 orang. Karena keterbatasan kuota dari dua laboratorium kesehatan di DIY dan Solo.

“Dalam sehari paling banyak 700 hasil swab yang bisa ditest PCR,” kata dia.

Pemkab Kebumen sendiri siap untuk mengubah model isolasi mandiri, dengan isolasi terpusat. Anggaran untuk biaya isolasi terpusat, sudah ada, seperti anggaran inap di hotel untuk isolasi terpuat. " Anggaran untuk sewa hotel sudah terkunci," tandas Budi Satrio. (*)
 



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini