atas1

Warga Protes Proyek Pengaspalan Jalan Terkesan Asal Jadi

Rabu, 07 Agu 2019 | 19:37:12 WIB, Dilihat 1298 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Warga Protes Proyek Pengaspalan Jalan Terkesan Asal Jadi Aspal jalan di wilayah RW 3 Dusun Karangasem Desa Ngering Kecamatan Jogonalan yang diprotes warga. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Sudah Ada Produk Bumdes yang Mendunia


KORANBERNAS.ID --  Warga dan Pemerintah Desa Ngering Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten memprotes pelaksanaan proyek pengaspalan jalan di wilayah RW 3 dan RW 4 Dusun Karangasem oleh pihak pemborong pada Kamis hingga Senin (1-5/8/2019).

Proyek yang bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) tahun 2018 atau aspirasi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu digarap seolah-olah asal jadi.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan Pemerintah Desa Ngering sudah melayangkan surat protes pada hari Jumat (2/8/2019) dan Sabtu (3/8/2019) ke pelaksana kegiatan di lapangan.

Kepala Desa Ngering Nikolaus Rahmanto menjelaskan, proyek tersebut dibawa oleh seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Klaten.

Namun yang bersangkutan tidak bertemu dan bertatap muka langsung dengan warga tetapi diwakili oleh Burham selaku timnya.

Awalnya lokasi proyek yang diusulkan berada di wilayah RW 3 dengan anggaran Rp 200 juta di satu titik. Dalam perkembangannya terdapat dua lokasi yakni di wilayah RW 3 dan RW 4.

Mendapat proyek di dua titik dengan total anggaran Rp 400 juta itu, warga dan Pemerintah Desa Ngering sempat kebingungan.

Yang membingungkan, pekerjaan yang dilaksanakan pihak pemborong kualitasnya tidak seusai harapan. Siapa yang mengerjakan pun tidak ada yang mengetahuinya.

Sebab, TPK Desa Ngering tidak pernah dilibatkan. Padahal kegiatan di desa dilaksanakan oleh TPK.

"TPK dan kami tidak dilibatkan. Kulanuwun saja tidak. Tiba-tiba ada kiriman material dan pekerjaan sudah dilaksanakan oleh tim," jelas Rahmanto.

Dan yang  lebih mengejutkan lagi, anggaran proyek belum turun ternyata kegiatan di lapangan sudah selesai. Inilah yang mengundang tanda tanya warga, TPK dan Pemerintah Desa Ngering.

Surat protes terkait pelaksanaan proyek tersebut dilayangkan karena campuran aspal latasir kandungan batu 05 terlalu banyak di permukaan jalan sehingga terlihat jelas berpori-pori.

Di saat musim hujan air akan masuk melalui pori-pori dan sangat mudah terjadinya kerusakan jalan.

Biasanya, kata Rahmanto, proses pencairan bantuan keuangan provinsi  ditransfer langsung ke rekening desa. Namun untuk proyek pengaspalan jalan di wilayah RW 3 dan RW 4  Dusun Karangasem tidak ada anggaran yang masuk ke rekening desa. Artinya, proyek itu sudah dilaksanakan sebelum anggaran turun.

Burham saat dikonfirmasi melalui telepon mengaku tidak tahu menahu dengan proyek itu. Dia menyarankan untuk meminta informasi ke Kantor Kepala Desa Ngering.

Saat ditanya siapa pelaksana proyek itu, dia juga menjawab tidak tahu. Begitu pula dengan mantan anggota dewan, belum bisa dikonfirmasi karena alamatnya sudah pindah. (sol)



Rabu, 07 Agu 2019, 19:37:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 890 View
Sudah Ada Produk Bumdes yang Mendunia
Rabu, 07 Agu 2019, 19:37:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 422 View
Dana Bagi Hasil Pajak Tak Transparan
Rabu, 07 Agu 2019, 19:37:12 WIB Oleh : Sari Wijaya 539 View
Doa Tahlil dari Bantul untuk Mbah Moen

Tuliskan Komentar