TNI-stipram

Tak lagi Bersahabat, Christine Hakim Prihatin pada Ratna Sarumpaet

Kamis, 18 Okt 2018 | 20:33:54 WIB, Dilihat 15758 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Tak lagi Bersahabat, Christine Hakim Prihatin pada Ratna Sarumpaet Artis senior Christine Hakim (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Tangkal Hoaks, GRJ Siap Menangkan Jokowi-Amin


KORANBERNAS.ID -- Aktris senior Christine Hakim punya pendapat menarik tentang kasus hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet, beberapa waktu lalu. Dia tidak percaya, aktivis sekaligus seniman tersebut mampu melakukan kebohongan operasi plastik yang diaku pemukulan.

Mengaku tidak lagi bersahabat dan tidak pernah berkomunikasi dengan Ratna, Christine mengaku prihatin dengan kasus hoaks tersebut. Dia meyakini Ratna yang dikenalnya bertahun-tahun silam memiliki beban psikologis yang berat karena jadi obyek atas konspirasi.

Namun pemain film Cut Nyak Dhien tersebut bersyukur Ratna akhirnya berani menyuarakan kebenaran. Lepas dari kontroversi yang terjadi dan segala resiko yang terjadi, hal itu yang memang pantas dilakukan.

"Saya udah gak komunikasi, tapi saya kenal ratna. Lepas dari kontrioversi yang ada, dia berani menyatakan kebenaran," tandasnya disela roadshow pemutaran film "Dancing in The Rain" di Yogyakarta, Kamis (18/10/2018).

Christine terakhir kali bekerjasama dengan Ratna dalam pembuatan film berjudul "Jamila dan Sang Presiden" pada 2009 lalu. Film drama dari Indonesia yang disutradarai Ratna dan dibintangi oleh Atiqah Hasiholan dan Christine Hakim itu menceritakan kisah hidup seorang pekerja seks komersial (PSK) yang dipenjara karena membunuh seorang menteri.

Film ini diadaptasi dari sebuah karya drama berjudul Pelacur dan Sang Presiden, yang ditulis Ratna setelah menerima sebuah hibah dari UNICEF untuk menelaah perdagangan anak di Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah tersebut.

Salut pada Presiden Jokowi

Pendapat berbeda disampaikan Christine terhadap sosok Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi. Brand ambassador UNESCO di bidang pendidikan tersebut salut pada Presiden tidak membalas dendam meski tiap saat mendapatkan caci-maki atau bully dari pihak-pihak yang tidak suka akan kepemimpinannya.

Jokowi dinilai mempunyai mental baja karena tetap fokus bekerja secara produktif atas amanah Tuhan yang diberikan padanya sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Hal itu bisa jadi contoh positif yang dilakukan Jokowi kepada pihak lain, termasuk kesederhanaan dan keluarganya.

"Ini bukan masalah like and dislike ya, tapi saya sangat menghormati pak jokowi yang tetap fokus jadi presiden meski dihina sedemikian rupa," imbuhnya.(yve)



Jumat, 12 Okt 2018, 20:33:54 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 695 View
Tangkal Hoaks, GRJ Siap Menangkan Jokowi-Amin
Jumat, 12 Okt 2018, 20:33:54 WIB Oleh : W Asmani 107 View
Milenial Harus Punya Dua atau Tiga Pekerjaan
Senin, 08 Okt 2018, 20:33:54 WIB Oleh : Sari Wijaya 1828 View
Waspadai, Terorisme Menyasar Kaum Muda

Tuliskan Komentar