atas1

Semua Bertepuk Tangan Saat Pesawat Mendarat
Mahasiswa UCY Saksikan Detik-detik Pendaratan Pertama di YIA

Senin, 06 Mei 2019 | 11:03:16 WIB, Dilihat 8889 Kali - Oleh Rob Sumiarno

SHARE


Semua Bertepuk Tangan Saat Pesawat Mendarat Dekan Fakultas Teknik UCY, Ir Erlina MT, menyampaikan ucapan selamat untuk PT Angkasa Pura. (istimewa)

Baca Juga : Nikmatnya Kuliner ala Desa di Pasar Kampung Duku Purbalingga


KORANBERNAS.ID – Kamis 2 Mei 2019 mungkin merupakan hari istimewa bagi mereka yang menyaksikan langsung detik-detik pendaratan pesawat pertama di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo.

Sejumlah 63 mahasiswa Teknik Sipil Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) yang melaksanakan kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Proyek Pembangunan YIA merasa beruntung bisa menyaksikannya langsung.

Dari gedung Fire Station di lantai 4, bersama beberapa pihak terkait mahasiswa UCY menyaksikan saat pertama kali pendaratan pesawat, disusul beberapa menit kemudian dilakukan penerbangan perdana.

Semua bertepuk tangan atas keberhasilan tersebut. Tim PT Angkasa Pura, Kontraktor PT Pembangunan Perumahan Tbk, Tim Pemadam Kebakaran dan mahasiswa UCY saling mengucapkan selamat atas keberhasilan uji coba tersebut.

Dekan Fakultas Teknik UCY, Ir Erlina MT, kemudian memberikan plakat kenang-kenangan diterima Manajer Lapangan PT Angkasa Pura, Gani.

“Pak Gani, kami dari UCY turut bangga atas prestasi ini, karena YIA akan berdampak pada peningkatan ekonomi, pendidikan maupun pariwisata DIY,” tutur Erlina.

Menurut dia, kehadiran mahasiswa di lokasi proyek YIA akan sangat bermanfaat memberikan gambaran nyata perkembangan teknologi yang belum sempat diterima di meja kuliah.

“UCY bersyukur, karena hari ini dapat menyaksikan uji landing dan take off pesawat pertama kali di YIA,” ucap Gani.

Mahasiswa UCY foto bersama usai menyaksikan pendaratan perdana di YIA. (istimewa)

Dia menjelaskan, pembangunan YIA merupakan yang terbesar di Indonesia. Alasan dibangunnya bandara ini karena kemacetan transportasi di Bandara Adisutjipto milik TNI AU,  serta keterbatasan kawasan sehingga sulit dilakukan pengembangan, terutama panjang runway.

“Selama ini kami menyewa sehingga saat ada penerbangan latihan TNI AU maka pesawat komersial berhenti sementara. Runway di bandara tersebut tidak dapat diperpanjang karena ada penghalang jembatan layang Janti dan sungai di sisi barat serta bukit Boko di timur. Inilah perlunya dibangun YIA,” kata dia seraya menambahkan progres pembangunan YIA cukup ketat.

Dalam kesempatan itu Ir Indra Suharyanto MT sebagai tim proyek sekaligus dosen UCY memberikan penjelasan mengenai pekerjaan konstruksi underpass.

Underpass tersebut merupakan ruas Jalan Daendels yang melintas di bandara sehingga dibuat dengan model jalan bawah tanah atau underpass untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Proyek YIA dengan luas terminal 210.000 m2, panjang runway 3.250 m x 45 m, apron 23 parking stand luas 159.140 m2, diharapkan tiga hingga lima tahun tercapai 14 miliar penumpang dan sepuluh tahun mendatang diperkirakan bisa 25 miliar penumpang.

Pekerjaan tanah dan infrastruktur YIA dikerjakan oleh PT PP. Beberapa gedung masih dalam proses penyelesaian. (sol)



Minggu, 05 Mei 2019, 11:03:16 WIB Oleh : Prasetiyo 3725 View
Nikmatnya Kuliner ala Desa di Pasar Kampung Duku Purbalingga
Minggu, 05 Mei 2019, 11:03:16 WIB Oleh : Sholihul Hadi 516 View
Kru Bus Wisata Jangan Andalkan Google Maps
Minggu, 05 Mei 2019, 11:03:16 WIB Oleh : Sholihul Hadi 12585 View
Sabuk Hitam Ini Tidak Main-main..

Tuliskan Komentar