atas1

Saatnya Destinasi Wisata DIY Berstandar Internasional

Sabtu, 02 Mar 2019 | 17:10:20 WIB, Dilihat 668 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Saatnya Destinasi Wisata DIY Berstandar Internasional Penampilan kesenian seni religi Badui memeriahkan Peringatan Ulang Tahun ke-48 ASITA di Desa Wisata Kelor Turi Sleman. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Jokowi Dijadwalkan Hadiri Tawur Agung Kesanga di Prambanan


KORANBERNAS.ID – Menjelang beroperasinya bandara baru di Kulonprogo, pengelola destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai dari sekarang harus mempersiapkan diri. Sesuai tuntutan zaman, sudah saatnya destinasi wisata di provinsi ini berstandar internasional.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (DPD ASITA) DIY, Sudiyanto, di sela-sela acara Peringatan Ulang Tahun ke-48 ASITA, Sabtu (2/3/2019), di Desa Wisata Kelor Turi Sleman.

“Kita harus selalu membangun sinergitas, dalam arti harus melepas ego masing-masing. Pariwisata itu tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama dengan seluruh pelaku pariwisata, asosiasi dan industri seperti Organda dan PT KAI. ASITA menjadi motor penggeraknya. Nanti kalau sendiri-sendiri tujuannya tidak tercapai,” ungkapnya kepada koranbernas.id.

Setelah bersinergi, selanjutnya seluruh asosiasi harus menyatukan visi. “Saya yakin dengan adanya airport baru kita bisa bersinergi sehingga perkembangan pariwisata DIY menjadi bagus,” tambahnya.

Ketua DPD ASITA DIY Sudiyanto menanam pohon sawo kecik. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dia mengakui, tampaknya sudah ada tendensi wisatawan menginap satu-dua malam di luar Jogja. “Saya  agak khawatir dengan length of stay di Jogja,” kata dia.

Pemerintah pun harus berperan membangun pariwisata DIY melalui program-program penataan destinasi. Selama ini penataan destinasi sudah bagus namun perlu ditingkatkan lagi agar berstandar internasional.

Menjawab pertanyaan daerah-daerah lain ramai-ramai mengangkat potensi pariwisata, Sudiyanto menyatakan inilah yang harus diperhatikan.

Dia yakin serta tidak perlu khawatir mengingat DIY diuntungkan dari sisi geografis atau letak wilayah. “Jogja diuntungkan berada di tengah dan menjadi tourisme hub,” ucap dia.

Selain itu, brand pariwisata domestik Jogja juga sudah bagus, tetapi untuk internasional perlu ditingkatkan lagi. Yang perlu diingat, bandara mereka (daerah-daerah di luar Jogja) juga semakin besar disertai fasilitas yang bagus.

Penyerahan bantuan dari ASITA DIY kepada pengelola Desa Wisata Kelor Sleman. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Gathering HUT ASITA ke-48 Dolanan Anak Bersama ASITA DIY kali ini selain ditandai pemotongan tumpeng, juga diisi beragam kegiatan seperti outbound, permainan tradisional, susur sungai maupun pentas seni.

Diserahkan pula bantuan dari ASITA DIY untuk pengelola Desa Wisata Kelor, berupa bak sampah, alat permainan tradisonal  bunga serta pohon.

Secara simbolis, Ketua DPD ASITA DIY Sudiyanto menanam pohon sawo kecik.

Penampilan Seni Religi Badui “Sinar Remaja” dari Dusun Sempu Bangunkerto Turi Sleman selain menambah kemeriahan acara juga memperoleh sambutan antusias dari peserta gathering. (sol)



Kamis, 28 Feb 2019, 17:10:20 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 660 View
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Tawur Agung Kesanga di Prambanan
Kamis, 28 Feb 2019, 17:10:20 WIB Oleh : Nanang WH 373 View
Bersihkan Korupsi Tak Perlu Panggil Pihak Lain
Kamis, 28 Feb 2019, 17:10:20 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 634 View
Surat HB X Masih di Tangan Presiden

Tuliskan Komentar