atas1

Rofa Band Ajak Tebarkan Cinta

Jumat, 02 Agu 2019 | 14:32:30 WIB, Dilihat 411 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Rofa Band Ajak Tebarkan Cinta Poster lomba. (istimewa)

Baca Juga : Lampor, Kisah Mengerikan yang Terlupakan


KORANBERNAS.ID – Terjadinya dekadensi moral dan spiritual terasa menggelisahkan Kiai H M Fuad Riyadi atau lebih dikenal sebagai Gus Fuad.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Rhoudhatul Fatihah Pleret Bantul ini merasakan terjadi pergeseran orientasi terhadap capaian suatu karya musik.

Pergeseran dinilai mulai semakin berjarak terhadap akar budaya dan nilai-nilai luhur keyakinan dan kesadaran spiritual dalam koridor agamis.

"Golongan dan mazhab tertentu melakukan gerakan bersifat radikal, meng-counter ekses dari musik secara kontra produktif dengan menjauhi dan mengharamkan musik secara membabi buta, tanpa perlu melihat konteks dan latar belakang situasinya," papar Gus Fuad kepada koranbernas.id, Jumat (2/8/2019).

Singkat kata, dua tahun silam Gus Fuad membentuk kelompok musik bernama Rofa Band yang mempunyai misi menyebarkan cinta kasih terhadap sesama dan seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Langkah ini didedikasikan untuk meneladani sifat dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW yang mengintepretasikan rasa cinta pada tataran sangat tinggi dan luhur, mencakup segenap semesta kehidupan dunia dan akhirat.

Lebih dari 25 syair lagu yang digagas Gus Fuad rampung menjadi musik dalam format band dan tersiar luas melalui jaringan media digital.

Dalam rangka mengajak generasi muda dan remaja ikut berpartisipasi dan menjadi bagian ritual perayaan cinta dan kasih sayang, Rofa Band mengadakan festival band bagi pelajar & mahasiswa.

Pendaftaran dibuka 1 - 23 Agustus 2019 langsung ke Ponpes Roudlotul Fatihah, Tambalan Plered Bantul. Atau bisa menghubungi nomor 0857 0733 2654 dan 0857 4227 3888.

"Festival band ini dimaksudkan agar kita bisa bersama-sama saling menerima dan memberi pesan cinta, kasih sayang dan kedamaian melalui akhlak yang benar," lanjutnya.

Mungkin menarik untuk direnungkan perkataan filsuf terkenal Persia, Jalaluddin Rumi.

Tugasmu bukanlah mencari cinta, melainkan mencari dan menemukan segala penghalang di dirimu yang telah kamu bangun untuk melawan cinta," kata Gus Fuad.

Dia mengakui, aktivitas musik dan hiburan di era milenial mampu membangun image dan pengaruh luar biasa bagi pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial baru para remaja di seluruh pelosok bumi.

Bermain musik menjadi sarana kreativitas positif di sela-sela tanggung jawab mereka menunaikan tugas akademiknya, agar menjadi generasi masa depan yang berpendidikan, cerdas dan bermanfaat bagi keluarga, lingkungan dan bangsanya.

Gelombang tren silih berganti menghampiri generasi muda dengan segenap atribut dan idiomnya. Proses menuju dunia tanpa batas borderless world menyongsong peradaban global tatanan dunia baru semakin jelas di depan mata.

Disadari atau tidak, pendidik berperan penting membangun koridor dan batasan-batasan bagi para generasi digital yang begitu fasih dan canggih mengakses informasi di dunia maya.

Dahulu, salah satu tugas pendidik adalah menyampaikan informasi berbasis pengetahuan. Saat ini semua sudah tergantikan oleh kanal-kanal dan portal digital dari gadget yang terus berkembang dalam percepatan luar biasa.

Tidak menutup kemungkinan terjadi transformasi nilai-nilai budaya secara masif tanpa pandang bulu, baik secara geografis, bangsa, ras hingga ke ideologi. (sol)



Jumat, 02 Agu 2019, 14:32:30 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 5236 View
Lampor, Kisah Mengerikan yang Terlupakan
Kamis, 01 Agu 2019, 14:32:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 777 View
Ngopi 24 Jam Nonstop Selama Seminggu di JEC
Kamis, 01 Agu 2019, 14:32:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 394 View
Obyek Wisata Harus Dilengkapi Jalur Evakuasi

Tuliskan Komentar