atas

Program Pamsimas Klaten Molor

Sabtu, 09 Mar 2019 | 01:03:36 WIB, Dilihat 349 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Program Pamsimas Klaten Molor Tower air pamsinas di Dukuh Genengsari Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Setelah 17 April Teman Sekelas Masih Sama..


KORANBERNAS.ID --  Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (pamsimas )tahap tiga tahun anggaran 2018 di Kabupaten Klaten seharusnya selesai di bulan Desember 2018. Namun kenyataannya hingga minggu pertama bulan Maret 2019 program yang bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) itu masih ada yang belum selesai.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Kabupaten Klaten pun merasa prihatin atas kondisi itu. Menanggapi kodisi itu, Dinas Perwaskim telah meminta klarifikasi kepada pelaksana kegiatan di lapangan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perwaskim Juwito, ST didampingi Kabid Kawasan Permukiman Agus Pancaji Sukarno saat dikonfirmasi membenarkan masih adanya program pamsimas yang belum selesai.

"Aturannya bulan Desember sudah harus rampung. Tetapi yang di Desa Sapen menyatakan siap menyelesaikan pertengahan Maret ini," katanya, Jumat (8/3/2019).

Pamsimas yang belum selesai itu di Desa Sapen dan Sukorini. Keduanya di wilayah Kecamatan Manisrenggo. Di Desa Sapen kata Agus, kendalanya karena proses ngebornya antri. Kendala lain karena di desa itu ada pemilihan kepala desa (pilkades).

Di Desa Sapen pekerjaan yang belum selesai yakni penyempurnaan tower air. Sedangkan sisa anggaran sebesar Rp 26 juta akan digunakan pengelola untuk pengembangan jaringan.

Sementara itu di Desa Sukorini diperoleh informasi kalau pemasangan jaringan terkendala waktu warga bergotongroyong. "Biasanya warga bergotongroyong tiap ahad (hari minggu)," kata Ketua KKM (Kelompok Keswadayaan Masyarakat) Sukorini Hari Eko Cahyono.

Menurut warga, untuk menjadi peserta pamsinas Sukorini harus membayar Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu. Bagi warga yang ikut bergotongroyong memasang jaringan dikenai biaya Rp 600 ribu dan yang tidak ikut gotong royong karena kesibukan lain dikenai biaya Rp 900 ribu.(yve)



Jumat, 08 Mar 2019, 01:03:36 WIB Oleh : Sholihul Hadi 289 View
Setelah 17 April Teman Sekelas Masih Sama..
Jumat, 08 Mar 2019, 01:03:36 WIB Oleh : Nanang WH 344 View
Sebagian Dana BPNT Tidak Tersalurkan, Ini Sebabnya
Jumat, 08 Mar 2019, 01:03:36 WIB Oleh : Nila Jalasutra 268 View
Ayo Kurangi Sampah Plastik

Tuliskan Komentar