TNI-stipram

Plastik Pun Menjadi Alat Pengusir Tikus

Senin, 05 Nov 2018 | 17:47:05 WIB, Dilihat 94 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Plastik Pun Menjadi Alat Pengusir Tikus Petani di Desa Mendak Delanggu memasang plastik di tengah sawah untuk menakut-nakuti hama tikus. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Eksekutif dan Legislatif Beda Penjelasan Terkait Dana Pokir DPRD


KORANBERNAS.ID—Plastik tidak selamanya identik sampah. Sebaliknya, plastik memiliki manfaat bagi manusia. Seperti yang dilakukan sejumlah petani di wilayah Kecamatan Delanggu dan Polanharjo, plastik justru digunakan untuk menakut-nakuti hama tikus yang menyerang tanaman padi.

Pemanfaatan plastik sebagai alat untuk menakut-nakuti hama tikus ternyata sudah lama berlangsung. Dan upaya itu cukup efektif karena dilakukan juga oleh petani di tempat lain.

Adalah Trimo, salah seorang petani di Desa Mendak Kecamatan Delanggu. Saat ditemui di sawahnya, dia menjelaskan jika hama tikus lebih suka menyerang tanaman padi pada malam hari. Untuk mengantisipasi hal itu maka dirinya memasang plastik di beberapa titik di sawahnya.

“Tikus akan takut kalau ada suara-suara. Karena tikus menyerang tanaman pada malam hari maka saya memasang plastik diatas tanaman padi. Harapannya jika ditiup angin akan muncul suara dari plastik itu,” katanya, Senin (5/11/2018).

Trimo menambahkan tikus lebih suka menyerang tanaman padi yang baru berbuah. Sebaliknya tanaman padi yang sudah tua jarang sekali diserang.

Senada dikemukakan Hidayat, petani di Desa Karanglo Kecamatan Polanharjo. Menurut dia, plastik yang dipakai untuk menakuti hama tikus bukan sembarang plastik.

Plastik yang dipakai adalah yang berukuran besar yang bisa menimbulkan suara cukup kencang bila tertiup angin.

Pemasangan plastik untuk menakuti tikus memang salah satu upaya yang dilakukan petani dalam mengatasi serangan hama selain penggunaan racun dan kegiatan gropyokan. Namun upaya ini dilakukan ketika adanya siklus 7 tahunan dan serangan cukup sporadis.

Meski tahun ini serangan hama tikus ada di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten namun hanya terjadi di beberapa tempat saja. Hama tikus masih bisa ditanggulangi berkat kesigapan petani, kelompok tani, penyuluh pertanian dan pemerintah desa yang selalu tanggap terhadap permasalahan yang terjadi di lapangan. (SM)



Senin, 05 Nov 2018, 17:47:05 WIB Oleh : Nanang WH 268 View
Eksekutif dan Legislatif Beda Penjelasan Terkait Dana Pokir DPRD
Senin, 05 Nov 2018, 17:47:05 WIB Oleh : Arie Giyarto 147 View
Anak-anak Bermata Bening Menatapnya Kagum
Senin, 05 Nov 2018, 17:47:05 WIB Oleh : Sari Wijaya 161 View
PDIP Bantul Target Raih Suara 75 persen

Tuliskan Komentar