atas

Petani Jual Rp 4.600 Sampai Pengecer Rp 11 Ribu
Setiap Desa di Klaten Perlu Punya Toko Tani Indonesia

Rabu, 10 Okt 2018 | 17:28:59 WIB, Dilihat 3753 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Petani Jual Rp 4.600 Sampai Pengecer Rp 11 Ribu Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Miris, Banyak Usaha Penggilingan Padi Tutup


KORANBERNAS.ID -- Sebanyak 31 Toko Tani Indonesia (TTI) didirikan di Kabupaten Klaten. Tujuannya untuk membantu petani memasarkan produknya sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

Ke-31 TTI yang didirikan sejak empat tahun lalu itu berlokasi di tempat strategis, mudah diakses transportasi serta memiliki bangunan tempat usaha. Petani juga memiliki MoU dengan gabungan kelompok tani (gapoktan).

"Ketika membeli produk yang dihasilkan petani, gapoktan tidak boleh membeli di atas harga pasar. Mengapa? Karena gapoktan membelinya langsung ke petani. Jika ada yang membeli melebihi harga pasar maka MoU akan diputus," kata Iwan Kurniawan, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten, Rabu (10/10/2018).

Selama ini, praktik pemasaran produk petani di lapangan melalui beberapa tahapan. Petani ke tengkulak, tengkulak ke pengepul, pengepul ke pengecer dan sebagainya.

Akibatnya produk petani dihargai murah. Berbeda ketika pemasaran melalui gapoktan dan TTI. Melalui TTI pemasaran produk petani bisa lebih terjamin karena langsung dibeli gapoktan.

Sebagai contoh, kata dia, harga gabah di tingkat petani Rp 4.600 per kilogram. Tetapi setelah digiling jadi beras di tingkat pengecer bisa menjadi Rp 11.00 per kilogram. Mengapa bisa terjadi? Karena melalui beberapa tahapan tadi.

Sebagai salah satu daerah sentra beras di Jawa Tengah, Iwan Kurniawan berharap ke depan setiap desa perlu memiliki TTI, yang tidak hanya menjual padi dan beras tetapi juga produk pertanian lain seperti palawija dan ikan.

Di Jakarta lanjut Iwan, HET (Harga Eceran Tertinggi) pemerintah untuk beras jenis Medium Rp 9.450 per kilogram dan jenis Premium Rp 12.800 per kilogram.

Sedangkan harga beras premium di tingkat pedagang Rp 10.300 per kilogram, jenis medium Rp 10 ribu per kilogram dan terendah Rp 9.600 per kilogram.

Beras jenis premium di tingkat grosir Rp 9.800 per kilogram, medium Rp 9.600 per kilogram dan terendah Rp 9.200 per kilogram. (sol)



Selasa, 09 Okt 2018, 17:28:59 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1578 View
Miris, Banyak Usaha Penggilingan Padi Tutup
Kamis, 12 Jul 2018, 17:28:59 WIB Oleh : Masal Gurusinga 224 View
Siswa Bawa Materai dari Rumah
Tuliskan Komentar