atas1

Perencanaan Anggaran Kebumen Disoal

Jumat, 12 Jul 2019 | 02:32:18 WIB, Dilihat 214 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Perencanaan Anggaran Kebumen Disoal Wakil Ketua DPRD Kebumen ketika memberi keterangan pers, Kamis (11/7/2019).(istimewa)

Baca Juga : ACT Luncurkan Program Global Qurban 2019


KORANBERNAS.ID —Tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) dalam  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten  Kebumen tahun anggaran 2018 menunjukan, kurang baiknya perencanaan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat  Daerah (OPD).  Hal ini dikhawatirkan bisa mengurangi pendapatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun anggaran mendatang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen  Bagus Setyawan kepada wartawan

Kamis (11/7/2029) mengatakan, besarnya SILPA tahun anggaran 2018  berdasarkan Pertanggungjawaban  Pelaksanaan APBD TA 2018 dan Laporan Keuangan  Pemerintah  Kabupaten Kebumen  tahun  anggaran 2018 yang  telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp 201,692 miliar lebih.  Sisa lebih penggunaan anggaran tahun 2018 menurut  eksekutif  sebanyak Rp 163 miliar, akan digunakan  untuk menutup rencana  defisit anggaran tahuun anggaran 2020.

Adanya SILTAP diantaranyana ada selisih  lebih antara pagu anggaran (perencanaan)  dengan kontrak kerja  pengadaan barang dan jasa dalam pembangunan fisik, tidak berarti ada penghematan penggunaan anggaran  Kondisi semacam itu lebih disebabkan kurang optimalnya  perencanaan di  sejumlah OPD.  

“Tidak bisa dikatakan ada penghematan, tapi kurang optimalnya perencanaan,“  kata  Bagus Setyawan.

Tingginya SILPA bisa menimbulkan penilaian dari pemerintah pusat,  Kabupaten Kebumen   kelebihan anggaran. Hal ini bisa berakibat kucuran DAK yang diperoleh Kebumen pada tahun anggaran mendatang sangat mungkin dikurangi. 

“Catatan BPK setelah audit diantaranya perencanaan perlu diperbaiki,“  kata Bagus Setyawan.

Catatan koranbernas.id, dalam Perda APBD Tahun anggaran 2018, ada defisit anggaran  lebih dari Rp 163,93 miliar. Namun realisasi pendapatan dan belanja  ternyata mengalami surplus atau  SILPA sebesar Rp 201, 692 miliar lebih.

Sementara itu rapat paripurna DPRD Kabupaten Kebumen,  dengan agenda persetujuan Raperda Pelaksanaan APBD Tahun anggaran 2018,  Kamis (11/7/2018),  gagal mengambil keputusan  persetujuan  raperda itu menjadi perda.  

Hal  itu disebabkan  kehadiran  anggota DPRD  Kebumen tidak  memenuhi kuorum. Wakil Bupati Kebumen Arif Sugianto  hadir pada rapat paripurna mewakili Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz.

Ketika rapat paripurna dibuka Wakil Ketua DPRD Kebumen Bagus  Setyawan jam 13.00 atau mundur 4 jam dari jadwal, jumlah anggota  DPRD Kebumen yang hadir  hanya 28 orang.  Sedangkan  kuorum 34 orang. Setelah  sekali  penundaan  anggota yang  hadir tidak bertambah. Sehingga  pimpinan  DPRD Kebumen berdasarkan  tata tertib DPRD Kebumen  memutuskan  sidang ditunda Selasa (16/7/2019). (yve)  



Jumat, 12 Jul 2019, 02:32:18 WIB Oleh : Sholihul Hadi 284 View
ACT Luncurkan Program Global Qurban 2019
Jumat, 12 Jul 2019, 02:32:18 WIB Oleh : B Maharani 156 View
DPRD Jateng Siapkan Raperda Antinarkoba
Rabu, 10 Jul 2019, 02:32:18 WIB Oleh : Arie Giyarto 331 View
Rute Gerilya Jenderal Soedirman Sejauh 1.009 Kilometer

Tuliskan Komentar