atas

Mutasi Pejabat Bukan Karena Suka Tidak Suka

Senin, 04 Mar 2019 | 21:07:46 WIB, Dilihat 763 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Mutasi Pejabat Bukan Karena Suka Tidak Suka KH Yazid Mahfudz melantik 10 pejanat tinggi pratama, Senin (3/3/2019). (humas Pemkab)

Baca Juga : Berkawan Sejak Kecil, Kini Terpaksa Berhadapan Sebagai Rival


KORANBERNAS.ID--Bupati Kebumen KH Yazidz Mahfudz menegaskan, dalam hal mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen, tidak didasarkan pada rasa suka atau tidak suka. Seperti mutasi pejabat tinggi pratama eselon II) kali ini, salah satu pertimbangannay adalah hasil assesment /uji kompetensi yang dilakukan panitia seleksi yang dibentuk Pemkab Kebumen.

Yazid Mahfudz mengatakan hal itu, ketika pelantikan dan penandatanganan Pakta Integritas 10 pejabat tinggipratama di lingkungan Pemkab Kebumen, Senin (4/3/2019).

Kesepuluh pejabat yang dilantik, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hery Setyanto, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Nugroho Tri Waluyo, Asisten Sekda Bidang Administrasi Supriyandono.

Pejabat lain, Kepala Badan Penelitian Perencanaan Pembangunan Daerah Puji Rahayu, Kepala Dinas Pendidikan Amirudin, Sekretaris DPRD Kebumen Dwi Suliyanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi UKM Siti Kharisah, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Atap Slamet Mustholkhah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Widhiatmoko serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Tri Haryono.

Yazid Mahfudz menambahkan, mutasi pejabat pimpinan tinggi pratama kali ini untuk mengisi kekosongan jabatan karena pejabat lama memasuki masa pensiun. Juga untuk mengisi jabatan pasca pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen.

Mutasi untuk optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Kebumen.

Mutasi jabatan ini juga telah melalui tahapan uji kompetensi, serta telah mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara. Pejabat yang terpilih dan dilantik adalah yang terbaik di instansi yang lama, maupun instansi yang baru.

Setiap kali ada promosi atau mutasi, tidak ada jual-beli jabatan. Mereka yang dilantik, adalah pejabat yang kompeten dan profesional untuk ditugaskan pada jabatan tertentu. Juga sudah mendapat pertimbangan dari Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan.

Jabatan pimpinan tinggi pratama adalah posisi yang sangat strategis. Sangat menentukan keberhasilan kebijakan dan program yang telah ditetapkan. Karena itu harus dapat menjadi “jenderal“ bagi pasukan yang dipimpin untuk mencapai tujuan organisasi.

Mereka harus dapat bekerja secara efektif, efisien dan sesuai aturan. Hal yang wajib bagi seorang pemimpin adalah harus memiliki sifat sifat kepemimpinan.

Yazid mengingatkan kembali komitmen melaksanakan arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Diantaranya melaksanakan reformasi birokrasi dan penerapan seluruh Perangkat Daerah sebagai Kawasan Zona Integritas. Mewujudkan wilayah bebas dari korupsi. (SM)



Senin, 04 Mar 2019, 21:07:46 WIB Oleh : Masal Gurusinga 3280 View
Berkawan Sejak Kecil, Kini Terpaksa Berhadapan Sebagai Rival
Senin, 04 Mar 2019, 21:07:46 WIB Oleh : Nila Jalasutra 1649 View
Pelanggan Malas Bayar Karena Harus Antre
Senin, 04 Mar 2019, 21:07:46 WIB Oleh : Sari Wijaya 368 View
Pengurus Taruna Yodha Dikukuhkan

Tuliskan Komentar