TNI-stipram

Lahan Menganggur di Gamol Disulap Menjadi Potensi Wisata

Rabu, 24 Okt 2018 | 22:37:15 WIB, Dilihat 123 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


Lahan Menganggur di Gamol Disulap Menjadi Potensi Wisata GKR Hemas didampingi Sri Muslimatun dan sejumlah pimpinan Pertamina saat meresmikan Deswitadaya Gamol. (Surya Mega/koranbernas.id)

Baca Juga : Sentra Industri Kerai Bambu Resmi Berbadan Hukum


KORANBERNAS.ID—Banyak yang berubah dari Dusun Gamol, Desa Balecatur, Gamping Sleman. Dusun yang tak jauh dari Depo Pertamina Rewulu ini terus berbenah, untuk mendorong potensi wisata.

Salah satu yang dilakukan, adalah mengolah dan menyulap lahan-lahan menganggur menjadi bagian dari potensi wisata. Selain dimanfaatkan untuk menanam aneka sayur dan buah, serta padi, lahan atau pekarangan yang semula menganggur, juga dimanfaatkan untuk sentra budidaya jamur, peternakan kambing Peranakan Etawa (PE) yang dilengkapi dengan pengolahan susu kambing PE menjadi aneka produk olahan.

Deswitadaya (Desa Wisata Berdaya) Gamol, sejauh ini memiliki sejumlah potensi wisata edukatif. Kepala Dusun Gamol, Tamtama mengatakan, potensi ini terdiri dari kelompok peternak kambing PE (Peranakan Etawa), kelompok ibu-ibu pengelola olahan dari peternakan kambing, kelompok peduli lingkungan (pengelolaan sampah mandiri), kelompok budidaya jamur dan pengelolaan jamur serta kelompok karang taruna pengelola dan pemanfaatan lahan kosong menjadi sebuah upaya dusun ini untuk menarik wisatawan.

Deswitadaya Gamol, katanya, menawarkan wisata edukasi dan alam sebagai sajian wisata bagi pengunjung. Program-program yang dirancang dan dibangun di desa ini adalah konsep wisata edukatif. Seperti edukasi beternak kambing PE dan edukasi kepada anak-anak kecil untuk lebih sayang kepada hewan peliharaan dan mengetahui manfaat dari beternak kambing PE.

“Kami juga mengajarkan bagaimana memanfaatkan lahan kosong atau lahan menganggur agar lebih produktif,” kata Tamtama, disela-sela acara Peresmian Deswitadaya Gamol oleh Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Rabu (24/10/2018).

Acara peresmian dihadiri pula oleh Wabup Sleman Sri Muslimatun, Marketing Branch Manager DIY & Surakarta Dody Prasetya, Unit Manager Comm & CSR MOR IV Andar Titi Lestari dan sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat.

Membacakan sambutan General Manager (GM)Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartanto, Dody Prasetya mengatakan, melalui program CSR, Pertamina menyalurkan bantuan permodalan serta memberikan pendampingan untuk desa wisata ini.

Sejak tahun 2013 hingga 2018 ini, perkembangan kelompok-kelompok tersebut mengalami kemajuan yang pesat. Salah satu wujud dari kemajuan tersebut diantaranya adalah kelompok peduli lingkungan (pengelolaan sampah mandiri).

Setiap KK memberikan sampahnya secara sukarela yang kemudian hasil sedekah sampah untuk kegiatan sosial. Bentuk kegiatan lainnya adalah karang taruna juga mengelola lahan-lahan yang tidak digunakan.

Dari tahun 2017 hingga kini, bank sampah gamol telah mengumpulkan 2,4 ton sampah dengan nilai ekonomis mencapai Rp 4.210.725.

 

Tak hanya itu, kelompok budidaya jamur dan pengelolaan jamur juga telah menghasilkan produk-produk olahan seperti kripik jamur dengan berbagai varian rasa, krupuk jamur, kaldu jamur non MSG, brownies jamur, lumpia jamur, dan nugget jamur.

Inovasi produk susu kambing PE juga terus digenjot agar menghasilkan produk yang menarik dan berkualitas.

Kelompok Sukoreno misalnya, telah membuat produk dari olahan susu seperti, kerupuk susu, susu bubuk, susu cair, dan permen susu kambing PE. Penjualan susu tersebut sudah berjalan sejak tahun 2016.

Yanuar mengatakan, penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperkenalkan potensi Dusun Gamol agar dapat memberikan warna di dunia pariwisata khususnya di lingkup Kabupaten Sleman.

“Dari berbagai potensi yang dimiliki di desa ini, program CSR melalui pengembangan dan pendampingan kelompok ini sudah tepat sasaran. Semoga ke depan semakin bermanfaat,” katanya.

GKR Hemas menyambut bak dan mengapresiasi program yang dilakukan Pertamina guna mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Langkah ini, kata Hemas, sangat penting untuk mendorong pemberdayaan dan kesiapan masyarakat guna menghadapi berbagai peluang di masa mendatang.

“Termasuk akan adanya bandara di Kulonprogo, masyarakat di sekitar harus bisa memanfaatkan peluang itu. Jangan sampai hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” kata GKR Hemas. (SM)

 

 



Rabu, 24 Okt 2018, 22:37:15 WIB Oleh : Nila Jalasutra 105 View
Sentra Industri Kerai Bambu Resmi Berbadan Hukum
Rabu, 24 Okt 2018, 22:37:15 WIB Oleh : Endri Yarsana 89 View
Pukulan Gong Sambut Pusat Ekonomi Baru
Rabu, 24 Okt 2018, 22:37:15 WIB Oleh : Endri Yarsana 90 View
Berkat Pukulan Cepat Deny Raih Emas

Tuliskan Komentar