atas1

Klaim Kerajaan Seluas Bumi Milik Kanjeng Sinuwun Meresahkan

Senin, 13 Jan 2020 | 22:46:21 WIB, Dilihat 2343 Kali
Penulis : W Asmani
Redaktur

SHARE


Klaim Kerajaan Seluas Bumi Milik Kanjeng Sinuwun Meresahkan Kanjeng Sinuwun Keraton Agung Sejagat saat memberi keterangan media. (istimewa)

Baca Juga : Kakek Bejo Meratapi Rumahnya yang Terkena Proyek Tol, Saya Pindah ke Mana..


KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Totok Santosa Hadiningrat, orang yang mengaku Kanjeng Sinuwun Keraton Agung Sejagat (KAS) di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah kembali membuat sensasi. Dalam pernyataannya, KAS mengklaim memiliki seluas bumi.

Kepemilikan ini bersifat absolut dan tidak dapat dicabut sampai sistem bumi berakhir. Oleh karena itu seluruh pemerintahan yang ada dapat dinyatakan sah apabila mendapat ijin dan restu dari KAS. Dan apabila ada yang tidak mau tunduk serta patuh dianggap sebagai pembangkang.

Bahkan kemuculan KAS diklaim berkaitan dengan Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke tanah Jawa setelah berakhirnya perjanjian 500 tahun (1518-2018 masehi). Namun pernyataan ini diragukan sejumlah pihak dan dianggap ganjil.

Dengan munculnya polemik ini, Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani menghimbau masyarakat Purworejo agar tetap tenang dan tidak resah terkait dengan kemunculan KAS.

Andis menambahkan, ahli sejarah juga perlu dihadirkan untuk mengetahui benar tidaknya jejak keraton ditempat itu.

"Kami sudah memantau kegiatan mereka. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk duduk bareng Forum Komunikasi Daerah," kata Wakapolres Purworejo, Senin (13/1/2020).

Andis berharap masyarakat juga menjaga keamanan dan ketertiban. Apalagi pihak kepolisian menyakinkan masyarakat bahwa negara akan hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Di tempat terpisah, Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Inf Muclis Gasim mengungkapkan masyarakat setempat merasa risih dan terganggu karena aktifitas anggota keraton dilakukan di malam hari. Karena itu pihaknya menyampaikan ke Polri untuk penanganan selanjutnya.

"Perlunya duduk bersama antara Polri dan Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, Perlindunhan masyarakat apakah kegiatan itu sudah terdaftar," ujarnya.

Dandim menambahkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. Untuk itu pihaknya akan terus mendalami terkait keberadaan KAS.
 
"Masyarakat jangan mudah percaya kalau mendapat iming-iming dari mereka," tandasnya.

Sementara Kabag Humas Purworejo, Rita Purnama mengatakan Pemda masih mendalami tentang KAS. Namun Pemda menghimbau agar warga tidak resah dan panik dan hanya perlu waspada dan hati-hati.

"Jangan mudah tergiur iming-iming atau janji-janji yang justru merugikan. Kalau memang ada warga yang dirugikan agar segera melapor ke pihak yg berwajib," tandasnya.(yve)



Senin, 13 Jan 2020, 22:46:21 WIB Oleh : warjono 371 View
Kakek Bejo Meratapi Rumahnya yang Terkena Proyek Tol, Saya Pindah ke Mana..
Senin, 13 Jan 2020, 22:46:21 WIB Oleh : Nanang WH 249 View
Perahu Terbalik, Penambang dan Pasir Hasil Tambang Menghilang
Senin, 13 Jan 2020, 22:46:21 WIB Oleh : warjono 301 View
Makruf Kepincut Layanan Service Daihatsu Jamal

Tuliskan Komentar