atas1

Kepsek SMP N 8 Janji Pelajari Tatib

Jumat, 08 Feb 2019 | 20:15:12 WIB, Dilihat 435 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Kepsek SMP N 8 Janji Pelajari Tatib Kepala Sekolah (Kepsek) SMP N 8, Retno Wuryaningsih memberikan keterangan di sekolah setempat, (8/2/2019). (w. asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Tidak Kuat Menanggung Beban, Nanik Gantung Diri


KORANBERNAS.ID--Menanggapi hal tersebut Kepala Sekolah (Kepsek) SMP N 8, Retno Wuryaningsih berjanji akan mempelajari lagi Tata Tertib di sekolahnya. Tatib tersebut akan disesuaikan dengan Peraturan Walikota Yogyakarta No 57 Tahun 2011.

“Ya saya akan pelajari lagi tatibnya,” kata Retno yang baru sebulan menjabat setelah pindah tugas dari SMP 6 Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).

Retno mengaku akan melakukan pembenahan kalau memang ada peraturan yang perlu dibenahi. Tapi sekiranya aturan tersebut sudah sesuai, ya tentu akan dipertahankan.

“Mungkin, sebenarnya tujuannya betul, tapi harus ada kalimat-kalimat yang diperbaiki. Saya bekerja tidak sendirian, tentunya akan bersama tim,” terang dia.

Tim yang akan dibentuk, menurut Retno dengan melibatkan, kesiswaan, guru, OSIS, perwakilan siswa dan komite.

“SMP N 8 itu seperti sekolah lainnya juga. Selama saya disini, saya melihat siswi muslim, ada juga yang tidak memakai jilbab, dan ada sampai sekarang. Artinya sekolah tersebut tidak mewajibkan siswi muslim berjilbab,” katanya.

“Saya memahami betul, bagaimana pola SMP Negeri, yang harus mengakomodir atau menerima semua latar belakang siswa,” beber Retno yang sudah 6 tahun menjabat di SMP 6.

Retno menegaskan, pihaknya akan menjaga jangan sampai ada kerancuan dan akan mengakomodir seperti apa yang diharapkan masyarakat.

Sebelumnya, SMP N 8 Yogyakarta dinyatakan melakukan pelanggaran dalam aturan tata tertib (tatib) sekolah. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY menemukan tatib yang dikeluarkan sekolah bertentangan dengan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 57 tahun 2011 tentang Pedoman Tata Tertib Sekolah

Dalam tatib, peserta didik SMP N 8 Yogyakarta tahun 2017, terdapat norma yang tersembunyi menjadikan pemakaian jilbab jadi wajib. Karenannya ORI Perwakilan DIY meminta segera, sekolah tersebut melakukan revisi.

Sebab dalam Peraturan Wali Kota tersebut, penggunaan pakaian khas muslimah itu adalah sifatnya dapat, yang berarti tidak wajib.

Senada dengan Kepsek SMP N 8 Yogyakarta, Gerindu Guru Olah Raga SMP N 8 Yogyakarta, mengaku sudah mengajar di SMP tersebut selama 3 tahun.

“Saya mengajar olah raga untuk kelas 8,” paparnya.

Selama dia mengajar di sekolah tersebut, juga terdapat siswi muslim yang tidak mengenakan jilbab. (SM)



Jumat, 08 Feb 2019, 20:15:12 WIB Oleh : Sari Wijaya 1468 View
Tidak Kuat Menanggung Beban, Nanik Gantung Diri
Jumat, 08 Feb 2019, 20:15:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 687 View
Koordinasikan P4GN agar Tak Tumpang Tindih
Jumat, 08 Feb 2019, 20:15:12 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 667 View
Memprihatinkan, Hanya Ada Tiga Manuskrip Kuno yang Tertinggal

Tuliskan Komentar