atas

Golput, Kelak Hanya akan Menyusahkan Diri Sendiri

Kamis, 10 Jan 2019 | 19:16:59 WIB, Dilihat 338 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Golput, Kelak Hanya akan Menyusahkan Diri Sendiri Mahfud MD memberi paparan saat Temu Media di Bilik Kayu Heritage Resto, Timoho, Yogyakarta (09/01/2019) malam. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Sleman Salurkan Bantuan untuk Palu


KORANBERNAS.ID --Gelombang fenomena Golput (Golongan Putih-red) atau masyarakat yang tidak mau menggunakan hak pilihnya dari tahun ke tahun tak pernah surut. Menurut prediksi HICON Law & Policy Strategic Desember 2018 lalu, jumlah golput dalam Pemilu 2019 masih berkisar 29-30 persen, sedikit meningkat dibanding pemilu sebelumnya.

Mereka yang tidak menggunakan haknya diperkirakan banyak datang dari kalangan golput idealis dan administratif atau yang tidak memilih karena masalah administrasi.

Mahfud MD dalam rangkaian Sarasehan Suluh Kebangsaan pertama yang dilaksanakan di kota Yogyakarta menanggapi fenomena tersebut.

“Generasi milenial jangan sampai tetap menjadi kaum apatis, ya kan rugi. Jika yang golput itu banyak, maka yang diuntungkan justru yang jelek,”paparnya.

“Setiap generasi milenial itu punya masa depan. Jadi kalau dia memilih pemimpin yang masa depannya buruk, maka dia akan kesulitan juga masa mendatang. Gitu lho. Biasanya kan yang golput ini orang-orang idealis yang punya pilihan bagus. Makanya jangan golput,” imbau Mahfud MD dalam acara Temu Media di Bilik Kayu Heritage Resto, Timoho Yogyakarta (09/01/2019) malam.

Siang sebelumnya, demi menyikapi besarnya potensi perpecahan bangsa karena politik identitas, sejumlah tokoh menggagas gerakan “Suluh Kebangsaan”.

Gerakan yang dimotori oleh Prof Mahfud MD, Alissa Wahid, Beny Susetyo dan Budi Kuncoro ini menggelar sarasehan kebangsaan pertamanya di Balai Raos Yogyakarta, Rabu (09/01/2019).

Mahfud MD selaku Ketua Gerakan ini menerangkan, untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan, dirasa perlu adanya gerakan bersama untuk lebih mengedepankan dialog, menjunjung tinggi kebersamaan dan menghargai kebhinnekaan.

Dalam satu dua tahun terakhir muncul gejala perpecahan. Hal itu membuat risau anak bangsa yang sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan serta keberlangsungan Negara Republik Indonesia.

“Saling serang, munculnya politik identitas yang mengkhawatirkan, misalnya identitas keagamaan, bukan hanya antara Islam non Islam yang sekarang saling dibenturkan, tetapi antara orang-orang Islam sendiri saling dibenturkan. Ini sungguh sangat memprihatinkan,” ucapnya.

Mahfud menyebut gerakan ini tak terafiliasi pemerintah.

“Kalau menumpang program pemerintah, kami dituduh membawa pesan pemerintah,” kata Mahfud yang menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila bentukan pemerintah ini.

Menurut dia, gerakan ini punya sikap politik tersendiri, tapi tidak akan memaksakan pandangannya.

“Siapapun punya pilihan politik (berbeda) silakan hadir di sini. Pemilu itu hanya pemilihan dalam lima tahun, tapi Indonesia kita inginkan untuk selamanya,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Program Suluh Kebangsaan telah disusun hingga April 2019. Namun ia menampik gerakan ini terkait pemilu dan Pemilihan Presiden 2019.

Sementara itu, Buya Syafii Ma’arif menerangkan jika Gerakan Suluh Kebangsaan ini dirasa sangat penting untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya rasa sangat penting gerakan kebangsaan ini. Tiap pengalaman sejarah kemerdekaan masih bisa kita selesaikan. Tapi bukan berarti masa depan akan aman, jika nilai-nilai kebangsaan belum kokoh, maka akan berakibat pada perceraiberaian suatu bangsa,” ungkapnya.

Selain Syafii Ma’arif, gagasan membuat gerakan ini juga mendapat dukungan dari Sri Sultan HB X, KH Mustofa Bisri, Habib Lutfi, Shinta Nuriyah, Romo Magnis Suseno, Prof Komarudin Hidayat, Prof John Titaley, Garin Nugroho, Rikard Bangun, Siti Nuraini Dzuhayatin, Innayah Wahid, Ari Kriting dan Savic Ali. (SM)



Kamis, 10 Jan 2019, 19:16:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 206 View
Sleman Salurkan Bantuan untuk Palu
Kamis, 10 Jan 2019, 19:16:59 WIB Oleh : Masal Gurusinga 228 View
Demi Masa Depan Pertanian, Kades Pundungan Akan Bikin Perdes Khusus
Kamis, 10 Jan 2019, 19:16:59 WIB Oleh : Sari Wijaya 654 View
Kabar Baru, Bantul Kini Punya Air Kemasan Lokal

Tuliskan Komentar