atas1

Ganja dan Pil Koplo Marak Sepanjang Tahun 2018

Rabu, 12 Des 2018 | 23:56:14 WIB, Dilihat 694 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


Ganja dan Pil Koplo Marak Sepanjang Tahun 2018 Polresta Yogyakarta melakukan ungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba jenis pil alprazolam. Peredaran pil koplo dan ganja masih marak di tahun 2018. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Lawan Jerawat dengan Terapi IPL


KORANBERNAS.ID -- Kasatresnarkoba Polresta Yogyakarta Kompol Cahyo Wicaksono SIK menyatakan, narkotika jenis ganja dan psikotropika seperti pil-pil penenang atau populer dengan sebutan pil koplo marak di sepanjang tahun 2018.

Meningkatnya ungkap kasus ganja dan pil koplo diikuti kecenderungan menurunnya peredaran dan penyalahgunaan shabu-shabu atau jenis narkoba lainnya.

“Kalau ditanya apa yang paling banyak (tahun ini) adalah ganja. Beberapa waktu lalu kita mengamankan hampir dua kilo dan tanamannya sekalian, waktu itu melibatkan seorang WNA juga. Sedangkan kasus yang lain adalah psikotropika seperti pil Yarindo atau pil Sapi, pil trihexypinedyl, dan pil alprazolam,” katanya, Rabu (12/12/2018), saat ditemui di kantornya.

Cahyo mencontohkan baru-baru ini pihaknya berhasil menangkap tiga orang tersangka penyalahgunaan dan peredaran Alprazolam. Tersangka berinisial DAK, CBK dan ES ditangkap di wilayah Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta pada 4 Desember. “Kita tangkap mereka setelah melakukan pengintaian,” ujar dia.

Untuk kasus yang relatif besar, pihaknya sempat mengungkap peredaran ribuan pil Yarindo atau yang biasa disebut pil Sapi. Modus yang digunakan pengedar dan pembeli mayoritas menggunakan media jejaring sosial.

“Kami sempat mengungkap 7.000 butir lebih pil Yarindo beberapa bulan lalu. Modusnya sama, mereka beli lewat media sosial dan memasarkan juga dengan media sosial seperti Instagram,” ungkapnya.

Aparat kerap kesulitan melacak pasokan pil koplo yang dijual. Ini karena transaksi lewat dunia maya sulit dilacak dan biasanya di luar wilayah hukum Polresta Yogyakarta. Pelaku juga sering menggunakan nama samaran atau bahkan anonim.

“Seperti kasus yang terakhir, pil Alprazolam, tersangka beli dari Semarang lewat Instagram dikirim melalui paket. Dijual per butir di sini Rp 20.000, tapi kami kesulitan melacak barang itu asalnya dari siapa. Itu yang masih terus kita selidiki,” paparnya.

Mirisnya lagi, dari data hasil ungkap kasus selama tahun 2018, para pengguna yang terungkap ada pada rentang umur 20-35 tahun alias generasi muda. “Kalau dilihat dari umur memang masih di kisaran 20-30 tahun,” tandas Cahyo.

Kasus menarik di sepanjang tahun ini adalah penyalahgunaan narkoba yang melibatkan dua orang seniman berinisial TMY dan KNK yang dibekuk pada Minggu 21 Oktober.

TMY yang merupakan seniman lukis warga Sewon Bantul melakukan tindak pelanggaran hukum menyimpan dan menanam bibit ganja di kediamannya.

Bersama rekannya asal Jepang berinisial KNK, TMY juga menggunakan dan mengedarkan ganja. Setidaknya ada empat pot tanaman ganja yang disita petugas dari kediaman tersangka.

TMY saat ditanya media mengaku sudah 30 tahun menanam ganja di kediamannya. Selain untuk alasan kesehatan, TMY berdalih mengonsumsi ganja dapat memberikan inspirasi saat berkarya.

Namun sikap dan pernyataannya tersebut tetap melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yang menarik ya mungkin yang melibatkan WNA itu. Keduanya saat ini sudah menjalani persidangan,” terang Cahyo.

Kedua tersangka yang berprofesi sebagai pelukis, TMY dan KNK tinggal serumah di kediaman TMY Kelurahan Pendowoharjo Kecamatan Sewon Bantul.

TMY sendiri mengaku mendapat bibit ganja dari tersangka berinisial E dan M yang kini masih berstatus buronan polisi.

Selain empat pot tanaman ganja, petugas juga menyita sejumlah barang bukti seperti tiga toples kecil berisi benih ganja dengan total seberat 11 gram.

Kemudian, paket-paket kecil berisi daun dan batang ganja kering siap edar seberat lebih dari 165 gram serta sejumlah barang bukti lainnya. (sol)



Rabu, 12 Des 2018, 23:56:14 WIB Oleh : Rosihan Anwar 1558 View
Lawan Jerawat dengan Terapi IPL
Selasa, 11 Des 2018, 23:56:14 WIB Oleh : Arie Giyarto 776 View
Saat Gareng Pegang Gagang Mikrofon
Senin, 10 Des 2018, 23:56:14 WIB Oleh : Masal Gurusinga 537 View
Sering Banjir, Gorong-gorong Jatinom Dibongkar

Tuliskan Komentar