atas1

Final Koko Cici ramaikan PBTY

Senin, 11 Feb 2019 | 21:48:25 WIB, Dilihat 674 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Final Koko Cici ramaikan PBTY Koko Johan dan Cici Amel, berpose di Klentheng Fuk Liong Miau, yang terletak di jalan Brigjen Katamso nomer 3, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, pada Selasa pagi (5/2/2019), untuk mencari dukungan dalam upaya kemenangannya di Grand Final Koko dan Cici di PBTY.(w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Wartawan Jangan Terjebak Hoaks


KORANBERNAS.ID -- Siang itu di Klentheng Fuk Liong Miau, yang terletak di jalan Brigjen Katamso nomer 3, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, tampak sepasang muda mudi, dengan balutan busana berwarna merah dengan mengenakan slempang bertuliskan Finalis Koko Jogja 2019 dan Finalis Cici Jogja 2019 berfoto bersama. Mereka adalah Koko Johan dan Cici Amel.

Keduanya sedang melakukan persiapan untuk maju ke grand final Koko dan Cici dan akan dilaksanakan (15/2/2019) di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-14. Mereka melakukan shooting pengambilan gambar untuk mencari dukungan guna kemenangannya.

Momen yang dipilih keduanya, tepat saat perayaan Imlek saat Klenteng saat itu banyak di kunjungi umat untuk berdoa. Sehingga bisa sekalian minta dukungan kepada para umat yang hadir kala itu.

Kepada koranbernas.id, Cici Amel mengatakan motivasi ikut ajang tersebut agar bisa belajar lebih banyak lagi budaya Tionghoa.

"Saya mempunyai darah keturunan Tionghoa, tapi budaya sudah mulai memudar," jelas warga Bausasran Yogyakarta tersebut.

Lanjutnya, dengan ikut ajang pemilihan Koko dan Cici, dia banyak belajar budaya Tionghoa. Tantangan yang harus dihadapi salah satunya, adalah membangun chimestry (kecocokan-red) dengan Koko Johan.

" Karena kami, baru menjadi pasangan, dalam ajang tersebut," ungkap mahasiswi Stipram Yogyakarta.

Senada dengan pasangannya, Koko Johan juga mengaku keturunan Tionghoa, dengan budaya yang hampir memudar.

"Saya ikut ajang tersebut juga agar bisa belajar banyak tentang budaya Tionghoa," terang mahasiswa asal Semarang itu.

Sebagai informasi, dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2570, Jogja Chinese Art dan Cultural Centre, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta akan melangsungkan PBTY ke 14 akan diselenggarakan 13-19 Februari 2019.

Seperti tahun sebelumya, pengunjung dapat mengikuti berbagai lomba yang terkait dengan kebudayaan Tionghoa, seperti lomba karaoke, lomba bahasa Mandarim, lomba melukis kepala wayang potehi, Chinese paper cutting, kaligrafi Tiongkok, dongeng bahasa Mandarin selain itu juga ada lomba mewarnai, lomba desain batik dan lomba dance competition.

Selain itu juga akan ada stand kuliner di sepanjang Kampung Ketandan Yogyakarta, dengan aneka masakan dengan harga yang terjangkau. Juga ada pameran kebudayaan di rumah budaya Ketandan dan Dreamlight.

Di gelar juga Jogja Dragon Festival (lomba tari naga), di Sleman City Hall. Nanti akan di tentukan 3 pemenang (15/2/2019). Pemenang tersebut akan diikutkan dalam Malioboro Imlek Carnival (16/2/2019) dis epanjang Malioboro hingga ke Alun-alun Utara, pukul 18.00. Pada tanggal tersebut, juga akan dilangsungkan talkshow dengan tema ' Tionghoa dalam bingkai Ke Indonesiaan', pukul 09.00 di Universitas Sanata Dharma.(yve)



Senin, 11 Feb 2019, 21:48:25 WIB Oleh : Sari Wijaya 376 View
Wartawan Jangan Terjebak Hoaks
Senin, 11 Feb 2019, 21:48:25 WIB Oleh : Sholihul Hadi 625 View
Kemiskinan di Provinsi DIY Cukup Meresahkan
Senin, 11 Feb 2019, 21:48:25 WIB Oleh : Nila Jalasutra 354 View
Liga Dispora Cari Bibit

Tuliskan Komentar