Kamis, 23 Sep 2021,


demi-kemanusiaan-mobil-operasional-kampus-disulap-jadi-ambulansMobil operasional milik UMBY disulap menjadi ambulans untuk kepentingan masyarakat. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Demi Kemanusiaan, Mobil Operasional Kampus Disulap Jadi Ambulans

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Suasana kampus Universitas Mercu Buana (UMBY) di Jalan Wates KM 10 Sedayu, Bantul, nampak sepi. Ya, sejak pandemi, pihak kampus memberlakukan perkuliaham secara virtual (daring) guna  berperan serta dalam menekan angka penyebaran Covid-19.    Begitupun para staf dan karyawan memberlakukan Work from Home (WFH)  secara bergilir.


"Kami memang melakukan kuliah daring dan juga WFH. Karena memang situasinya belum memungkinkan untuk dilakukan tatap muka,"kata Widarta MM, Kepala Humas UMBY, kepada koranbernas.id, Senin (2/8/2021).

  • Bimasakti UGM Siap Tanding ke Jepang

  • Otomatis, dengan keadaan tersebut operasional di kampus juga jauh berkurang. Pun mobil yang biasanya digunakan untuk berkegiatan, dikandangkan.

    "Sementara di sisi lain kita melihat di tengah masyarakat, kebutuhan ambulans tinggi. Bahkan mbak yang biasa membuatkan minum bagi karyawan di sini, terkena serangan stroke di rumah. Saat akan dibawa ke rumah sakit, harus menunggu berjam-jam karena ambulans antri. Dari pemikiran tadilah maka kami berinisiatif  ‘menyulap’ salah satu mobil operasional kampus menjadi ambulans.  Yang tidak hanya digunakan oleh kami, namun juga masyarakat Sedayu secara umum dan wilayah sekitar," paparnya.


    Mobil Grandmax warna putih itu selanjutnya dimodifikasi, diberi sirine di bagian atap. Kemudian bagian belakang, kursinya dilepas dan diberi dragbar (tandu), tabung oksigen dan pelaralatan P3K. Bagian pengemudi dengan bagian belakang diberi sekat plastik putih tebal.

    Untuk pengoperasian, dilakukan oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kalurahan Argomulyo, Sedayu. Mobil standby 24 jam di kediaman Teguh Wahyudi SE di Dusun Kemusuk yang juga menjadi pengurus Yayasan Wangsa Manggala (Yayasan yang menaungi UMBY).

    "Pertimbangan kami jika ditempatkan di kediaman Pak Teguh, sewaktu-waktu dibutuhkan lebih mudah diakses," kata Widarta. Sejak resmi digunakan awal Juli, lebih dari 30 orang yang telah memanfaatkannya.

    Teguh Wahyudi mengatakan, setiap hari pasti ada masyarakat yang menggunakan dan meminjam ambulans tersebut. “Tiga bulan akan kita evaluasi seperti apa. Saya berharap tidak ada lagi yang menggunakan, artinya kasus menurun dan kita bisa bangkit dari pandemi,”kata Teguh.

    Salah satu yang menjadi dasar ‘disulapnya’ mobil opersional kampus menjadui ambulans, menurutnya, setelah melihat fakta di masyarakat begitu banyak yang membutuhkan, sementara jumlah ambulans terbatas.

    “Bahkan kadang harus antri. Maka dengan ambualns ini, kami berharap akan membantu terhadap kondisi yang ada,” katanya. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini