atas1

Cukup Bayar Rp 5 Ribu Demi Melepas Tukik ke Laut

Minggu, 04 Agu 2019 | 20:53:06 WIB, Dilihat 307 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Cukup Bayar Rp 5 Ribu Demi Melepas Tukik ke Laut Wisatawan menyeberang ke lokasi pelepasliaran tukik, Minggu (4/8/2019). (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Pemilihan Duta Genre DIY Mirip Putri Indonesia


KORANBERNAS.ID -- Pelepasliaran anak penyu laut atau tukik (Chelonia mydas) sejumlah 200 ekor di Pantai  Kalibuntu Desa Jogosimo Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen ternyata bisa menjadi atraksi wisata menarik, Minggu (4/8/2019) sore.

Wisatawan yang ingin menonton dan ikut melepas tukik bersama Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz cukup membayar Rp 5.000, sekadar untuk jasa menyeberang menggunakan perahu ke lokasi habibat penyu serta tempat pelepasliaran tukik.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jogosimo, Munajad, kepada koranbernas.id menjelaskan atraksi wisata pelepasan tukik diselenggarakan sekali setahun di bulan Agustus.

Tukik yang dilepasliarkan merupakan hasil penetasan  alami. “Penyu biasa bertelur pada Juli dan Agustus,“ jelasnya.

Angggota Pokdarwis biasa berburu telur penyu di habitatnya Pantai Kalibuntu. Mereka juga membeli telur penyu yang ditemukan warga setempat atau pemancing.

Telur-telur itu ditetaskan secara alami dengan cara dipendam pasir. “Selain pelepasliaran tukik, wisatawan juga bisa melihat cara penetasan penyu dan pembebasan penyu di rumah penyu,“ kata Munajad.

Pelepasliaran tukik ke laut lepas Samudera Indonesia sebagai atraksi wisata, menurut Munajad, sudah terlaksana dua kali. Pertama pada Agustus 2018.

Sedangkan konservasi penyu di desa itu sudah berjalan dua tahun. Lokasi pelepasliaran tukik merupakan habibat penyu atau tempat penyu bertelur.

“Biaya menyeberang  dengan perahu hanya Rp 5.000, di daerah lain Rp 10.000,“ kata Munajad.

Seorang wisatawan asal Desa Kluwung Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo, Dyah, menyayangkan event wisata langka ini publikasinya tidak seluas prosesi pemotongan rambut gimbal di Dieng yang didatangi ribuan orang.

“Sekarang pelepasliaran 200 ekor tukik, jumlah  wisatawannya jauh dibanding prosesi pemotongan rambut gimbal, itu karena publikasinya kurang,“ kata Dyah.

Dia mengetahui ada atraksi wisata langka karena diberitahu ketika mengikuti jeep adventure di Kebumen. Melalui pemberitahuan mendadak itu dia sempatkan mampir. (sol)



Minggu, 04 Agu 2019, 20:53:06 WIB Oleh : Arie Giyarto 781 View
Pemilihan Duta Genre DIY Mirip Putri Indonesia
Sabtu, 03 Agu 2019, 20:53:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 297 View
Dukungan untuk Airlangga Berhadiah Sapi
Sabtu, 03 Agu 2019, 20:53:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 230 View
ACT DIY Siap Distribusikan 1.000 Hewan Kurban ke Pelosok

Tuliskan Komentar