atas1

Animasi Jack The Chicken Diputar Saat Dies Natalis ISI Yogyakarta

Senin, 17 Jun 2019 | 19:41:56 WIB, Dilihat 409 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Animasi Jack The Chicken Diputar Saat Dies Natalis ISI Yogyakarta Pembukaan pameran dan penayangan Karya Seni Media Rekam (FSMR) di Kampus ISI Yogyakarta, Senin (17/6/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Tidak Hanya Nguri-uri Tapi Nguripi Wayang


KORANBERNAS.ID -- Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Prof DrM Agus Burhan M Hum membuka pameran dan penayangan  Karya Seni Media Rekam (KSMR) di Galeri Pandeng, Mini studio dan Ruang Audio Visual Fakultas Seni Media Rekam (FSMR)  kampus setempat Jalan Parangtritis Km 6,5, Senin (17/6/2019).

Pameran bertajuk Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0 itu digelar dalam rangka Lustrum VII atau Dies Natalis ke-35 ISI Yogyakarta. Ditampilkan 90 karya fotografi, film maupun animasi para mahasiswa.

Acara diawali dengan pembukaan film pendek dokumenter tentang penderita bipolar dengan judul as long as, serta film animasi jack the chicken.

 

Dalam sambutannya Agus Burhan mengatakan FSMR adalah rumpun bidang ilmu panggilan jiwa zaman.

 "Fakultas yang sangat menjiwai pada kondisi saat ini, era milenial. Mewakili anak-anak muda dan berjiwa muda. Fakultas yang hidup dan dihidupkan oleh jiwa zaman," kata Rektor.

Kecerdasan buatan yang sudah diikuti dalam bentuk wacana, saatnya sekarang dipikirkan bagaimana bisa menyongsong perkembangan teknologi.

“Selain kecerdasan buatan kita harus menyadari kreativitas dan penciptaan karya seni tidak hanya ditentukan teknologi," lanjutnya.

Hanya orang-orang yang punya eksistensi sangat prima yang bisa bertahan dengan survive-nya. "Kreativitas kita sebagai seniman sangat diperlukan walau banyak kecerdasan-kecerdasan buatan," katanya.

Ketua Dies Natalis Dr Prayanto Widyo Harsanto MSn mengatakan pameran selain  didedikasikan untuk Dies Natalis juga sebagai bentuk pertanggungjawaban  kepada publik terhadap hasil pembelajaran bidang seni rekam khususnya fotografi, program televisi dan film serta animasi dari FSMRISI Yogakarta.

“Pameran ini bisa memberikan sumbangsih terhadap kemajuan bidang fotografi, program televisi, video-art/film dan animasi di Indonesia,” katanya. (sol)



Senin, 17 Jun 2019, 19:41:56 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 470 View
Tidak Hanya Nguri-uri Tapi Nguripi Wayang
Minggu, 16 Jun 2019, 19:41:56 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1103 View
Wah Zonasi Membuat Siswa Gigit Jari
Sabtu, 15 Jun 2019, 19:41:56 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 553 View
Rp 25 juta untuk Pemilik Bangunan Cagar Budaya

Tuliskan Komentar