atas1

Aksi Pemain Drum Hibur Pengunjung Malioboro
Pre-Event FKY 2019

Minggu, 02 Jun 2019 | 22:26:01 WIB, Dilihat 363 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Aksi Pemain Drum Hibur Pengunjung Malioboro Aksi Drummer Guyub YK dan Freak Show Man saat pre-event FKY 2019 di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, Sabtu (1/6/2019) malam. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Sempat Turun, Harga Bawang Putih Naik Lagi


KORANBERNAS.ID – Sejumlah pemain drum tergabung dalam Drummer Guyub YK dan Freak Show Man, Sabtu (1/6/2019) malam, beraksi di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. Kehadiran mereka menghibur para pengunjung serta wisatawan.

Ini merupakan bagian dari pre-event menandai dimulainya Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2019 yang resmi berlangsung 4-20 Juli mendatang.

Pre-event bertajuk Mulanira Malyabhara kali ini berlangsung di beberapa titik sepanjang jalan paling populer di Yogyakarta itu.

Demi mengartikulasikan Malioboro sesuai etimologinya Malyabhara, yang berarti jalan beruntaikan bunga, pre-event ini berupa aktivasi situs-situs publik, berbentuk instalasi visual dan kegiatan-kegiatan publik di sepanjang Jalan Malioboro.

Lokasi titik-titik kegiatan pre-event adalah Pertigaan Pasar Kembang bekerja sama dengan Malioboro After Midnight, KPJ Maliobo, Pram Widy, Orkes Conkor Sakpenake, Rika Anggita, Maya Kumandang serta Aldo Iwak kebo, Sabtu (1/6/2019).

Kemudian 15 Juni 2019 di Gerbang Barat Kepatihan, 29 Juni 2019 di Pertigaan Ngejaman dengan seniman-seniman yang variatif.

Drummer Guyub YK mengiringi aksi teaterikal Freak Show Man, dimulai dari pertigaan Pasar Kembang bergerak ke selatan hingga perempatan Pajeksan.

Kolaborasi ini merupakan kelompok seniman pertama yang membuka pre-event FKY 2019. Selanjutnya Jogja Fire Foundation hingga Lantunan tembang Jawa Mulanira oleh Ketua Umum Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019, Paksi Raras Alit.

“Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 Mulanira berupaya menjadi peristiwa budaya guna menunjukkan semangat dan karakter keterbukaan, serta keramahan dan tepa selira,” kata Paksi.

FKY telah berlangsung 30 kali, sejak digelar pertama kalinya dengan nama besar Festival kesenian Yogyakarta (FKY) bersamaan dengan peresmian Monumen Jogja Kembali pada 1989. Kini Festival Kesenian Yogyakarta resmi berubah menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta.

Berubahnya nama festival tahunan kebanggaan warga Yogyakarta ini didasari kesadaran memelihara dan lebih mengembangkan apa yang telah ada dan berkembang selama ini.

Tema Mulanira: ruang | ragam | interaksi, dimaknai kembali ke asal mula: Apa yang sebelumnya ditetapkan, mengalami pergeseran yang menuntut kemampuan jawaban tiap generasi.

“Kita ingin lebih mengembangkan dan mengharapkan kebudayaan ini jadi bagian yang lebih luas, karena tidak hanya bicara tentang kesenian tapi juga dengan yang lain," jelas Kepala Dinas Kebudayaan, Aris Eko Nugroho.

Sejalan dengan hal tersebut, festival yang venue utamanya bertempat di Desa Panggungharjo Bantul ini, akan mencakup obyek-obyek kebudayaan yang tercantum di Perdais No 3 Tahun 2017, yaitu meliputi nilai-nilai budaya, pengetahuan dan teknologi, bahasa, adat istiadat, tradisi luhur, benda dan seni.

Melalui FKY 2019 seluruh elemen masyarakat diajak ikut ambil bagian menyemarakkan acara dengan mendaftarkan diri sebagai penampil di sejumlah panggung yang disiapkan.

Pendaftaran melalui Sekretariat FKY 2019 di Ruang Gatotkaca Lantai 3 Dinas Kebudayaan DIY Jalan Cendana No 11 Semaki  Umbulharjo, 29 Mei hingga 17 Juni 2019. (sol)



Minggu, 02 Jun 2019, 22:26:01 WIB Oleh : Masal Gurusinga 195 View
Sempat Turun, Harga Bawang Putih Naik Lagi
Minggu, 02 Jun 2019, 22:26:01 WIB Oleh : Arie Giyarto 11625 View
Sirih Itu Pahit Tapi Dinikmati..
Sabtu, 01 Jun 2019, 22:26:01 WIB Oleh : Sholihul Hadi 216 View
ACT DIY Bagikan Paket Ramadan untuk Para Ustad

Tuliskan Komentar