Kamis, 26 Mei 2022,


vaksinasi-door-to-door-sasar-pelajar-dan-warga-di-14-provinsi-bin-siapkan-50-ribu-dosisKepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan saat menghadiri vaksinasi pelajar. (istimewa)


Sholihul Hadi
Vaksinasi Door to Door Sasar Pelajar dan Warga di 14 Provinsi, BIN Siapkan 50 Ribu Dosis

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTEN -- Badan Intelijen Negara (BIN) melaksanakan vaksinasi lanjutan untuk para pelajar dan warga secara door to door. Vaksinasi ini juga diadakan di 14 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan dan Papua.


Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan mengatakan, pihaknya menyiapkan 50 ribu dosis pada vaksinasi lanjutan tersebut. Pelajar dan warga di lingkungan padat penduduk masih menjadi prioritas penerima.

  • Keluar Rutan Harus Bisa Baca Alquran

  • “Hari ini kita mengadakan vaksinasi lanjutan. Total ada 50 ribu vaksin yang disiapkan di 14 provinsi,” ujar Budi Gunawan di Banten, Kamis (12/8/2021).

    Budi menjelaskan ihwal alasan BIN menggelar vaksinasi pelajar. Sebab para pelajar merupakan calon penerus bangsa dan negara. “Vaksinasi terhadap anak-anak pelajar ini masih menjadi prioritas dan penting sekali,” ucapnya.


    Dia juga membeberkan alasan BIN mengadakan vaksinasi secara door to door. Langkah ini sangat efektif lantaran mampu menjangkau warga yang tinggal di pelosok-pelosok.

    “Vaksinasi secara door to door ini sangat efektif karena menjangkau masyarakat yang tinggal di perumahan-perumahan padat penduduk, bahkan di daerah-daerah pelosok,” jelasnya.

    Warga yang sudah divaksin diminta tetap melaksanakan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

    Budi Gunawan juga memastikan pihaknya akan mengadakan vaksinasi lanjutan di daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus virus Corona. Bahkan, beberapa di antaranya termasuk zona hitam penularan Covid-19.

    “Kita pastikan spot-spot ini kita pilih karena lonjakan angka positif rate-nya cukup tinggi dan sudah menjadi zona hitam atau merah,” ungkap Budi Gunawan. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini