UAD Menggelar Pelatihan Pembuatan Kuis Interaktif Berbasis Gamifikasi di SMK Ar-Rahmah Srandakan
KORANBERNAS.ID, BANTUL – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Pelatihan Pembuatan Kuis Interaktif Berbasis Gamifikasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap selama empat hari, yakni pada 21–22 Januari 2026 dan 13–14 April 2026, bertempat di SMK Ar-Rahmah Srandakan, Bantul, DIY. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi gamifikasi guna menciptakan media evaluasi pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan bagi siswa.
Siaran pers yang diterima koranbernas.id Selasa (21/4/2026) menyebutkan, pada dua hari pertama, yakni 21–22 Januari 2026, pelatihan difokuskan pada pengenalan konsep gamifikasi dalam pendidikan serta praktik langsung pembuatan kuis interaktif menggunakan berbagai platform dan alat digital. Para peserta, yang merupakan guru-guru SMK Ar-Rahmah Srandakan, diberikan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip gamifikasi seperti sistem poin, lencana, papan peringkat, serta cara mengintegrasikannya ke dalam kegiatan evaluasi pembelajaran sehari-hari. Peserta juga berkesempatan mencoba langsung membuat kuis interaktif yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.
Sementara itu, pada tahap kedua yang dilaksanakan pada 13–14 April 2026, kegiatan berfokus pada pengambilan data dan evaluasi hasil implementasi pelatihan. Tim pelaksana pengabdian melakukan observasi dan asesmen terhadap penerapan kuis interaktif berbasis gamifikasi yang telah digunakan oleh para guru dalam proses pembelajaran selama periode antara dua tahap tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang hangat dari pihak sekolah. Kepala SMK Ar-Rahmah Srandakan Rahmat Jatmiko, S.Pd., M.M., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif UAD dalam memberikan pelatihan berbasis teknologi kepada para pendidik. “Kami sangat berterima kasih kepada UAD yang telah hadir dan memberikan pelatihan yang sangat relevan dengan kebutuhan guru di era digital ini. Dengan metode gamifikasi, kami berharap proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih hidup dan siswa semakin bersemangat dalam belajar,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan pakar di bidangnya, yakni Adhy Kurnia Triatmaja, M.Pd., Arief Kurniawan, M.Pd., dan Pramudita Budiastuti, M.Pd. Ketiganya memberikan materi secara mendalam dan membimbing para peserta dalam setiap sesi pelatihan, mulai dari pengenalan teori hingga praktik pembuatan kuis interaktif secara langsung.
Adhy Kurnia Triatmaja, M.Pd., selaku ketua tim pengabdian, menekankan pentingnya inovasi dalam metode evaluasi pembelajaran. “Gamifikasi bukan sekadar membuat pembelajaran terasa seperti permainan, melainkan sebuah strategi pedagogis yang terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Dengan kuis interaktif berbasis gamifikasi, guru dapat mengukur pemahaman siswa secara real-time sekaligus menjaga semangat belajar tetap tinggi,” jelasnya.
Arief Kurniawan, M.Pd., menambahkan bahwa kuis interaktif berbasis gamifikasi dapat menjadi solusi atas tantangan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan evaluasi konvensional. “Sering kali siswa merasa cemas atau tidak tertarik saat menghadapi ujian atau kuis biasa. Dengan pendekatan gamifikasi, suasana kompetitif yang sehat dan menyenangkan justru mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dan berusaha memberikan jawaban terbaik mereka,” katanya.
Pramudita Budiastuti, M.Pd., juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program pelatihan semacam ini. “Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Guru-guru yang telah terlatih dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, menyebarluaskan praktik baik ini kepada rekan-rekan sejawat dan terus berinovasi dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya program pengabdian ini, diharapkan para guru SMK Ar-Rahmah Srandakan dapat mengembangkan metode evaluasi pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan berbasis teknologi modern. Universitas Ahmad Dahlan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan pendidikan pada era digital saat ini. (*)
Siaran Pers
