Selasa, 21 Sep 2021,


masyarakat-tak-perlu-panik-menghadapi-cuaca-ekstrem-la-ninaBupati Sleman, Sri Purnomo, yang juga Ketua Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam mengecek kesiapan peralatan penanggulangan bencana di Sleman. (istimewa)


Nila Hastuti
Masyarakat Tak Perlu Panik Menghadapi Cuaca Ekstrem La Nina

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Demi mengantisipasi serta mengurangi risiko ancaman cuaca ekstrem La Nina, Pemkab Sleman bersama TNI, Polri dan para relawan menggelar Apel Siaga di Lapangan Pemda Sleman, Senin (26/10/2020). Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Arief Wicaksana, menjadi inspektur upacara pada acara tersebut.


Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan seluruh elemen, termasuk masyarakat, harus selalu siap dan siaga menghadapai potensi bencana La Nina ini. Pemkab Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup juga telah melakukan berbagai langkah, seperti memangkas ranting pohon-pohon besar yang ada di tepi jalan.

  • Ubah Pandangan Negatif Air Hujan Sumber Penyakit
  • ASN Pemkab dan Bank BPD Gowes Bareng

  • “Masyarakat saya harap tetap tenang. Masyarakat juga harus mengamati di lingkungannya masing-masing. Kalau ada pohon yang sekiranya membahayakan, ya kita harap hati-hati,” kata Sri Purnomo yang juga Ketua Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam.

    Sri Purnomo menambahkan, cuaca ekstrem ini juga berpotensi menimbulkan bencana lain seperti banjir dan tanah longsor. Sebab, La Nina ini dapat mengakibatkan kenaikan intensitas hujan hingga 40 persen.

  • Sultan HB X Minta Para Lurah Meneladani Sifat Ki Lurah Semar
  • Hindari Klaster Keluarga, Pemkab Sleman Melakukan Rapid Test

  • Sementara Letkol Inf Arief Wicaksana yang juga sebagai Wakil Ketua Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam menegaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini.

    Dia juga menyampaikan, seluruh SDM dan peralatan yang dibutuhkan sudah siap digunakan ketika terjadi hal yang tak diinginkan nanti.
    “Pemetaan daerah yang akan terdampak bencana juga telah dilakukan, sekaligus mempersiapkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi bencana tersebut,” katanya.


    Sedang Joko Supriyanto selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyebutkan pihaknya selalu siap siaga 24 jam penuh setiap hari. Dia juga menyebutkan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai peralatan serta logistik yang diperlukan jika terjadi bencana, termasuk ganti rugi untuk korban yang terdampak bencana nantinya.

    “Masyarakat yang terdampak bencana akan mendapat bantuan 80 persen dari nilai kerusakan. Kalau rusak berat, bantuannya bisa sampai Rp 30 juta,” kata Joko. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini