Jumat, 22 Jan 2021,


ini-kiat-umkm-bertahan-di-masa-pandemiTM Zakir Machmud Ph D bersama Triatmojo Suprasetyo dalam dialog produktif bertema naik kelas UMKM lewat digitalisasi di Jakarta. (istimewa)


--

Ini Kiat UMKM Bertahan di Masa Pandemi


SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA --  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Sebenarnya para pelaku UMKM memiliki kiat-kiat tersendiri agar mampu bertahan pada masa pandemi.


Salah satunya melalui penggunaan aplikasi digital yang memudahkan para pelaku UMKM bertransaksi. Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi. Padahal untuk bertahan di tengah pandemi ini, UMKM harus mau masuk ke dunia digital.

Tak hanya kalangan pelaku UMKM punya keinginan kuat untuk bangkit, masyarakat pun harus tetap semangat dan tetap produktif berkarya dan bekerja selama pandemi. Selain itu, juga siap divaksin saat vaksin siap karena dengan divaksin melindungi diri dan melindungi negeri. Ini semua adalah usaha untuk mewujudkan kesehatan pulih ekonomi bangkit.


Kepala UMKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), TM Zakir Machmud Ph D, saat Dialog Produktif bertema Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (18/11/2020), mengakui kurangnya kemampuan para pelaku UMKM beradaptasi dengan digital hingga keengganan mereka mengubah gaya transaksi.

Menurut dia, inilah tantangan besar. Karena itu, baik pemerintah maupun para penyedia aplikasi diharapkan mau terjun langsung merangkul mereka.

“Jadi walaupun kita ngomong digital tetap harus ada pendampingan. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, konsultasi. Intinya mereka (UMKM) harus mempersiapkan diri ke sana (digital),” ungkap  Zakir Machmud.

Berdasarkan studi yang dia lakukan, pengaruh peer group (lingkungan) itu juga besar. “Jadi kalau mereka mengadopsi satu teknologi, misalkan pembayaran dengan salah satu merek, mereka pasti akan ngobrol dulu dengan temannya, baru mau,” jelasnya.

Pakar ekonomi UMKM tersebut juga mengakui sulitnya mengenalkan digitalisasi kepada para pelaku UMKM. Padahal transformasi ke era digital sesungguhnya sangat bermanfaat bagi UMKM terutama di era pandemi terutama mereka yang sulit melakukan transaksi langsung ke konsumen maupun supplier. “Sekarang salah satu cara pakai digital,” tandasnya.

Jika UMKM sudah masuk ke digital maka penjualan maupun marketing semuanya pakai digital. Begitu pula supplier-nya. “Perubahan teknologi niscaya menciptakan peluang baru yang berdampak pada munculnya lapangan kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata dia.

Apabila dilihat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, misalnya revolusi industri (1, 2, 3) dan sekarang keempat, pasti akan muncul peluang-peluang baru. “Atau inovasi-inovasi baru yang membuat masyarakat akan better of. Saya optimistis,” kata dia. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini