Cegah Stunting, 100 Ibu Hamil dan Keluarga Baduta Dapat Pendampingan

PT Sarihusada Generasi Mahardhika bersama Pemkot Yogyakarta dan Human Initiative meluncurkan Program Si Penting 2026 di Sorosutan. Program ini mendampingi 100 ibu hamil, keluarga baduta, dan kader untuk memperkuat pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Cegah Stunting, 100 Ibu Hamil dan Keluarga Baduta Dapat Pendampingan
Kick off Program Aksi Pencegahan Stunting (Si Penting) 2026 di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (23/7/2026). Program hasil kolaborasi PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Pemkot Yogyakarta, dan Human Initiative ini menyasar 100 penerima manfaat untuk memperkuat upaya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA — Upaya mencegah stunting di Kota Jogja tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan dunia usaha, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat menjadi kunci untuk memastikan anak tumbuh sehat sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupannya.

Semangat kolaborasi tersebut diwujudkan PT Sarihusada Generasi Mahardhika melalui peluncuran Program Aksi Pencegahan Stunting (Si Penting) 2026 di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (23/7/2026).

Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini menggandeng Pemerintah Kota Yogyakarta dan Human Initiative. Program Si Penting menyasar 100 penerima manfaat yang terdiri atas kader Posyandu, kader Bina Keluarga Balita (BKB), ibu hamil, serta ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun (baduta).

Program tersebut tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan fasilitasi. Materi yang diberikan meliputi pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan kolaborasi lintas sektor dibutuhkan untuk mempercepat terwujudnya zero new stunting di Kota Yogyakarta.

"Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi komitmen PT Sarihusada Generasi Mahardhika dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Aksi Pencegahan Stunting (Si Penting) tahun 2026 yang dilaksanakan di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo," kata Hasto.

Menurut Hasto, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Pemkot Yogyakarta, lanjutnya, siap terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung lahirnya generasi Jogja yang lebih sehat dan berkualitas.

Sementara itu, Factory Director PT Sarihusada Generasi Mahardhika Lastiani Amy Rosalina menegaskan perusahaan ingin menjadi bagian dari solusi dalam upaya pencegahan stunting.

"Melalui Program Si Penting, PT Sarihusada Generasi Mahardhika ingin menjadi bagian dari solusi dalam upaya pencegahan stunting," ujarnya.

Ia menekankan pemenuhan gizi harus diperhatikan sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Selain itu, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Kami percaya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci untuk melahirkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting," katanya.

Kepala Regional Human Initiative Jatijaya Ferdiansyah menambahkan, pencegahan stunting membutuhkan komitmen jangka panjang. Karena itu, Program Si Penting diharapkan tidak berhenti pada masa pelaksanaan, tetapi mampu memperkuat kapasitas masyarakat agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

"Si Penting merupakan wujud kepedulian bersama dalam mendukung upaya pencegahan stunting yang membutuhkan kolaborasi dan komitmen jangka panjang," katanya.

Menurutnya, penguatan pengetahuan dan keterampilan kader menjadi penting karena mereka berinteraksi langsung dengan keluarga serta mendampingi pemantauan tumbuh kembang anak.

Salah seorang penerima manfaat, Siti Handayani, berharap program tersebut dapat meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan edukasi kepada para orang tua.

"Sebagai kader, kami berinteraksi langsung dengan keluarga dan berperan dalam mendampingi pemantauan tumbuh kembang anak. Melalui program ini, kami berharap memperoleh tambahan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan sehingga dapat memberikan edukasi yang lebih baik kepada para orang tua dan keluarga di lingkungan kami," ujarnya.

Program Si Penting menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Sarihusada dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak. Perusahaan juga menjalankan berbagai inisiatif seperti Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS), edukasi gizi melalui program Isi Piringku, serta pemberdayaan masyarakat.

Sarihusada juga menyoroti pentingnya pencegahan masalah gizi sejak dini, termasuk anemia yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan risiko stunting.

Melalui program screening anemia, Sarihusada mengklaim telah menjangkau lebih dari 1,25 juta anak di Indonesia melalui edukasi, pemeriksaan status gizi, dan pemanfaatan aplikasi digital.

Dengan menyasar ibu hamil, keluarga yang memiliki anak baduta, serta kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, Program Si Penting diharapkan mampu memperkuat pencegahan stunting dari hulu. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa perang melawan stunting bukan hanya menangani anak yang telah terdampak, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru sejak awal kehidupan.(*)