atas1

Turi dan Prambanan Jadi Rute Jogja International Heritage Walk

Jumat, 15 Nov 2019 | 16:54:32 WIB, Dilihat 361 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Turi dan Prambanan Jadi Rute Jogja International Heritage Walk Para peserta friendship walk yang datang dari berbagai negara. (istimewa)

Baca Juga : Statemen Politik Kebudayaan Nusantara Lewat Gamelan 4.0


KORANBERNAS.ID--Jogja International Heritage Walk (JIHW) kembali dihelat pada tahun 2019. Event yang rutin digelar setiap tahun ini, diselenggarakan selama tiga hari 15 – 17 November 2019, dengan melewati rute menarik kawasan Prambanan dan Turi.

Sekjen Jogja Walking Assosiation, Fitriani Kuroda menjelaskan, bahwa event ini merupakan kegiatan yang telah diselenggarakan ke-11 kalinya, dengan dua kali diantaranya melewati rute permanen di kawasan Turi Sleman.

“Kegiatan JIHW ini memiliki ikon baru dalam penyelenggaraanya yaitu mengawali kegiatan JIHW dengan friendship walk di rute permanen yang telah diresmikan Bupati Sleman pada tahun 2018,” jelasnya Fitriani di sela-sela frienship walk di Joglo Kalangan, Jumat (15/11/2019).

Fitriani menuturkan, bahwa kegiatan friendship walk 10 km sendiri mendapatkan respon yang baik dari para peserta dan cukup diminati. Hal terlihat dari peningkatan jumlah peserta friendship walk 10 km sebanyak 100 orang dari 8 negara. Sedangkan pada tahun 2018 terdapat 65 peserta.

Friendship walk 10 km ini sendiri merupakan agenda yang tidak bersifat wajib bagi para peserta JIHW. Selain menjadi agenda dalam mengawali JIHW, friendship walk ini juga bertujuan untuk mengeratkan pertemanan peserta yang berasal dari negara yang berbeda, serta memperkenalkan budaya dan tradisi masyarakat lokal kepada para peserta.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir dalam kegiatan friendship walk di Joglo Kalangan memberikan apresiasi penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Sri Muslimatun mengatakan, kegiatan friendship walk yang merupakan rangkaian JIHW 2019 ini, menjadi luar biasa karena tidak hanya melibatkan peserta dari berbagai mancanegara, tetapi juga melibatkan masyarakat Dusun Kalangan.

“Mudah-mudahan ini akan berlangsung setiap tahunnya, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Sleman,” katanya. (SM)



Jumat, 15 Nov 2019, 16:54:32 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 234 View
Statemen Politik Kebudayaan Nusantara Lewat Gamelan 4.0
Jumat, 15 Nov 2019, 16:54:32 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 249 View
Persembahan Khusus untuk Almarhum Djaduk di Ngayogjazz 2019
Jumat, 15 Nov 2019, 16:54:32 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 279 View
Alat Peraga Kampanye Ditutup, Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar

Tuliskan Komentar