atas1

PKL Malioboro Siapkan Ronda Kebersihan Selama Libur Nataru

Senin, 23 Des 2019 | 16:08:02 WIB, Dilihat 467 Kali
Penulis : warjono
Redaktur

SHARE


PKL Malioboro Siapkan Ronda Kebersihan Selama Libur Nataru Kawasan Jalan Malioboro Jogja yang asri. (Naradatour.com)

Baca Juga : Kapolres Kebumen Beri Kejutan kepada Ibu-ibu


KORANBERNAS.ID, JOGJA Selama libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro sepakat untuk mengadakan “ronda” kebersihan. Ronda dilakukan selama 9 hari, mulai 24 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Ketua Paguyuban Lesehan, Desio Hartonowati, mengatakan ronda kebersihan ini merupakan kesekapatan dari para PKL untuk menjaga kebersihan di Malioboro saat peak season. Melalui sistem ronda ini, Malioboro diharapkan tetap terjaga dalam kondisi bersih dan nyaman bagi wisatawan.

“Kami tidak ingin terlena hanya memikirkan berjualan dan mencari untung. Kami juga tidak mau kecolongan, dan membiarkan area kami berdagang dipenuhi sampah,” kata Desi, dalam rilisnya, Senin (23/12/2019).

Ia mengatakan, bagi para pedagang, Malioboro adalah kawasan yang harus terjaga kebersihan dan kenyamanan. Hanya dengan tetap terjada bersih, rapi dan nyamanlah, wisatawan akan terus datang dan singgah di Malioboro. Ketika wisatawan ataupun pengunjung terus berdatangan, itu artinya rizki bagi pedagang.

Desi mengatakan, ronda kebersihan sampah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung sekaligus memperkuat program angkutan sampah Pemerintah Kota Yogyakarta. Sistem ronda diatur sedemikian rupa sehingga setiap jengkal kawasan Malioboro tidak akan luput dari perhatian anggota paguyuban.

Ketua Angkringan Malioboro, Yati Dimanto, mengatakan ide untuk mengadakan “ronda” kebersihan ini berangkat dari keprihatinan mereka terhadap tumpukan sampah yang muncul setiap liburan panjang. Hal yang sama diyakini akan terjadi saat liburan panjang Nataru, apabila paguyuban tidak melakukan langkah antisipasi.

“Setiap liburan Natal dan Tahun Baru, sudah dipastikan volume sampah di Malioboro melonjak. Untuk mengatasi, tidak cukup dengan mengandalkan petugas kebersihan yang disiagakan oleh Pemkot Jogja. Untuk itu, PKL ikut turun tangan dengan membuat ronda kebersihan,” kata Yati.

Yati mengatakan, adalah hal yang wajar seiring dengan ramainya kunjungan ke Malioboro, maka suplai sampah dalam bentuk apapun juga akan bertambah. Untuk itu, tidak ada cara lain untuk mengatasi persoalan lonjakan kiriman sampah ini kecuali dengan menambah pula jumlah personel untuk menjaga kebersihan.

“Selain melakukan ronda, kami juga akan lebih aktif mengkampanyekan gerakan menjaga kebersihan Jaka Lisa. Yakni Jaga Kebersihan, Lihat Sampah Ambil,” katanya.

Ketua Presidium Paguyuban PKL Kawasan Malioboro, Sujarwo Putra, menambahkan ronda kebersihan dimaksud dilaksanakan bekerjasama dengan relawan LDPM Universitas Cokroaminoto Yogyakarta dan didukung Unit Pelaksana Teknis Malioboro. Selama kegiatan, peserta akan terus mengingatkan pengunjung agar ikut menjaga kebersihan, dengan kesadaran membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Selain menjaga kebersihan dengan sistem ronda, pedagang juga bersepakat untuk tampil lebih cantik selama liburan ini. Pedagang, terutama di sisi Timur Malioboro, akan menghias tempat berjualan mereka dengan rumbai-rumbai dan lampus hias, sehingga akan tampil cantik, terutama saat malam hari.

“Suasana liburan akhir tahun kali ini akan tampak beda dan lebih meriah dari biasanya,” kata Jarwo.

Komunitas, kata Jarwo, juga akan melakukan kick off dukungan penambahan armada angkutan sampah sekaligus petugasnya pada 24 Desember 2019. Kick off ditandai dengan pemecahan kendi dan mengayuh sepeda ronda sampah.

“Komunitas siap mendukung Pemerintah Kota Jogja dan komunitas lain untuk menciptakan subuh bersih pada dini hari 1 Januari 2020. Subuh kondisi Malioboro sudah bersih dari sampah tahun baru,” katanya.

Berbarengan dengan gerakan menjaga kebersihan ini, komunitas di Malioboro juga akan merealisasikan gagasan untuk memasang daftar harga dari menu yang disajikan.

Desi menjelaskan, komunitas khususnya pedagang kuliner, telah bersepakat untuk memastikan memajang daftar harga. Mereka juga sudah menentukan tarif atau harga tertinggi, untuk setiap jenis makanan dan minuman yang dijual.

“Daftar harga tertinggi ini akan diserahkan kepada UPT Malioboro ,” tegasnya. (eru)



Senin, 23 Des 2019, 16:08:02 WIB Oleh : Nanang WH 384 View
Kapolres Kebumen Beri Kejutan kepada Ibu-ibu
Senin, 23 Des 2019, 16:08:02 WIB Oleh : warjono 528 View
Santunan Kematian BPJamsostek Naik Menjadi Rp 42 Juta
Senin, 23 Des 2019, 16:08:02 WIB Oleh : Nila Jalasutra 656 View
Mengisi Kegiatan Akhir Tahun, Pramuka Sleman Bakal Jelajahi Pasar Tradisional

Tuliskan Komentar