atas1

Bantul Jadi Malioboro Kedua

Jumat, 25 Jan 2019 | 17:41:53 WIB, Dilihat 649 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Bantul Jadi Malioboro Kedua Pengurus APKLI Bantul audiensi ke Bupati Bantul Drs H Suharsono di Komplek Parasamya, Jumat (25/01/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Sewa Kios Pasar Klaten Diperbarui


KORANBERNAS.ID -- Bupati Bantul Drs H Suharsono mengatakan para Pedagang Kaki Lima (PKL) akan diberikan fasilitas yang mendukung pengembangan usaha. Konsekuensinya, mereka harus mau ditata agar rapi dan indah guna mendukung Bantul menjadi “Malioboro Kedua”.

“Kami terus melakukan penataan agar Bantul bisa menjadi Malioboro kedua. Orang datang ke Bantul bisa menikmati keindahan Bantul, menikmati kuliner, banyak hiburan dan spot-spot menarik. Kalau malam juga gemebyar. Para PKL di sekitar Pasar Bantul sudah kita tata,” ujarnya usai bertemu pengurus DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Bantul.

Pengurus APKLI yang hadir terdiri dari Ketua Eko Mahardi dan jajaran pengurus, serta Kabid Sarana dan Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Bantul, Yus Warseno.

“Saya malam-malam pernah naik motor. Ternyata  di utara  dan selatan Pasar Bantul masih ada titik yang jalannya jelek. Dalam waktu dekat segera kita aspal. Yang lain sudah bagus. Para pedagang sempat takut mau jualan lagi karena lokasi pasar sudah bersih. Saya sampaikan, justru bersih dan dibangun  itu untuk para PKL agar tetap berjualan. Asalkan setelah  berjualan lokasi  bersih kembali,” tambah bupati.

Sekali lagi dirinya berharap Bantul menjadi Malioboro kedua sehingga mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Nanti di tempat PKL tersebut akan ada sarana hiburan dan fasilitas wifi. Ke depan juga mampu mendukung Bantul Smart City,” jelasnya.

Eko Mahardi mengatakan  jumlah PKL di Kabupaten Bantul sekitar 2.500 orang, 60 persen sudah bergabung ke APKLI.

“Kami siap ditata, sebagaimana disampaikan Pak Bupati yakni penataan PKL berbasis kewilayahan. Kami mendukung karena kami merasa diuwongke oleh pemerintah daerah,” kata Eko.

Menurut dia, tidak pernah ada konflik saat dilakukan penataan. Kalaupun ada PKL melanggar aturan, Pemkab Bantul mempersilakan APKLI menindak. Jika tidak bisa, barulah diserahkan ke Pemkab Bantul.

Yus Warseno menjelaskan, semua kecamatan ditargetkan memiliki kawasan khusus bagi PKL. ”Akan ada area khusus dan kami berharap para PKL menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka berjualan,” kata Yus.

Setiap tahun dilakukan pendataan dan kajian PKL sebelum dibuat area khusus. Dari jumlah PKL tersebut, 80 persen bergerak di bidang kuliner dan 20 persen jasa. (sol)



Jumat, 25 Jan 2019, 17:41:53 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1055 View
Sewa Kios Pasar Klaten Diperbarui
Jumat, 25 Jan 2019, 17:41:53 WIB Oleh : Sholihul Hadi 568 View
Tersisa 2.263 Orang Belum Rekam e-KTP
Jumat, 25 Jan 2019, 17:41:53 WIB Oleh : Sholihul Hadi 476 View
Pesan Damai dari Aksi Tapa Mbisu Mubeng Beteng

Tuliskan Komentar