Kamis, 21 Okt 2021,


54-destinasi-wisata-di-bantul-diusulkan-dibukaVaksinasi di Grand Puri Waterpark Jalan Parangtritis Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
54 Destinasi Wisata di Bantul Diusulkan Dibuka

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, mengatakan telah mengirim surat ke ada Dinas Pariwisata DIY yang ditembuskan ke Kementerian  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  serta  Gubernur DIY. Surat itu terkait uji coba pembukaan 54 destinasi wisata dan juga sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).


CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata dan Produk Pariwisata lainnya untuk menjamin wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.


Saat ini delapan destinasi di Bantul  telah mengantongi CHSE dan uji coba untuk dikunjungi  yaitu lima obwis di kawasan Hutan Pinus Asri Mangunan. Dua berada di taman rekreasi Kids Fun dan satu lagi di Pantai Goa Cemara.

“Hari ini kita usulkan 54 destinasi baru untuk bisa dilakukan sertifikasi CHSE. Kita pernah bersurat tanggal 20 September  namun belum ada respons. Kita memahami karena kebijakan masih PPKM level 3 maka kewenangan di pusat. Kemudian kita kirim lagi hari ini,” kata Kwintarto kepada koranbernas.id di sela-sela kegiatan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di Grand Puri Waterpark Jalan Parangtritis Bantul, Selasa (12/10/2021).


Adapun 54 destinasi itu adalah gugusan pantai selatan (pansela), Kawasan Mangunan Dlingo dan beberapa desa wisata. Usulan pembukaan didasari pertimbangan hampir 100 persen pelaku wisata sudah divaksin.

“Hampir semua sudah. Jumlah pelaku wisata kita ada enam ribu lebih. Kalaupun tidak mengikuti vaksinasi kita gelar, mereka ikut vaksinasi di program lain ataupun Puskesmas,” katanya.

Pertimbangan lainnya, destinasi tersebut sudah tersedia sarana standardisasi protokol kesehatan, ada sinyal dan beberapa obyek wisata akan diatur ganjil-genap.

“Kalau yang kecil tidak diatur ganjil-genap, karena untuk mencari pasaran saja masih sulit,” katanya. Pihaknya berharap ketika nanti sudah bisa turun level dua maka kebijakan pembukaan wisata akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

Kabid Pencegahan dan  Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, dr  Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan hari ini merupakan vaksinasi dosis kedua menggunakan Sinovac. ”Berdasar data vaksinasi dosis pertama jumlahnya 861 orang,” katanya. (*)


TAGS: Pariwisata  Bantul 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini