Senin, 06 Des 2021,


mahasiswa-uns-studi-lapangan-di-desa-sribit-delangguKoordinator Sanggar Rojolele Delanggu, Eksan (kanan), Kepala Desa Sribit, Alibi (nomor 2 dari kiri) foto bersama di penggilingan padi yang dikelola BUMDes Makmur Jaya Sribit Delanggu. (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga
Mahasiswa UNS Studi Lapangan di Desa Sribit Delanggu

SHARE

KORANBERNAS,ID, KLATEN – Sejumlah 28 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengikuti studi lapangan di Desa Sribit Kecamatan Delanggu Klaten, Rabu (6/10/2021). Rombongan mahasiswa semester 5 dan 7 itu didampingi dosen dan pendamping Sanggar Rojolele Delanggu.


Kepala Desa Sribit, Alibi, dan sejumlah pengurus BUMDes Makmur Jaya Sribit menerima kunjungan mahasiswa itu di tempat menjemur dan penggilingan padi yang merupakan salah satu unit usaha BUMDes Makmur Jaya.


Sylvatera Ayu Puspitasari SP MSc selaku dosen pendamping mahasiswa menjelaskan kunjungan tersebut terkait kegiatan pasca-panen. Mahasiswa ingin belajar bagaimana cara pengeringan dan kemasan. “Pokoknya semua yang terkait pasca-panen untuk varietas spesifikasi Rojolele,” kata dosen Fakultas Pertanian UNS itu.

Dari awal UNS telah bermitra dengan Sanggar padi Rojolele Delanggu yang dikoordinir Eksan. UNS juga telah membudidayakan padi Rojolele di Delanggu. “Pak Eksan sebagai pendamping membawa ke sini. Yang ke sini mahasiswa semester 5 dan 7 yang mengikuti PKKM tahap empat,” ujar Sylvatera di sela-sela kunjungan di Desa Sribit.


Selama ini mahasiswa mengikuti perkuliahan secara daring. Dengan mengikuti program tersebut mahasiswa diharapkan bisa mengetahui alur budi daya tani dari awal, mulai dari tahap menanam di lahan, masuk lahan, pemeliharaan, panen, kegiatan pemasaran dan lain sebagainya.

Biasanya apa yang mereka peroleh di kampus berbeda. Di sinilah mahasiswa bisa mengkolaborasikan ilmu yang didapat di kampus dengan di lapangan. Dengan  berkonsultasi dengan petani dan dapat ilmu dari masyarakat.

Dia berharap setelah lulus mahasiswa tumbuh niat untuk berwiraswasta bidang pertanian, salah satunya komoditas padi.

Koordinator Sanggar Rojolele Delanggu, Eksan, mengatakan mahasiswa Program Kompetisi Kampus Merdeka Belajar (PKKMB) UNS tersebut studi lapangan di tempat penggilingan padi dan pengeringan padi Desa Sribit sebagai tindak lanjut kerja sama pihaknya dengan UNS.

“Kerja sama untuk budi daya Rojolele organik dan rekayasa teknologi, marketing dan sosial. Beras kita (kelompok tani Rojolele di bawah Sanggar Rojolele Delanggu) dibeli oleh PT Warung Spesial Sambal yang memiliki 95 cabang di Indonesia,” kata Eksan.

Hingga Rabu (6/10/2021), sudah ada 76 patok atau sekitar 14 hingga 15 hektar tanaman padi Rojolele organik yang ditanam oleh kelompok tani.

Kepala Desa Sribit, Alibi, mengapresiasi kerja sama UNS dengan Sanggar Rojolele Delanggu yang menindaklanjutinya dengan studi lapangan mahasiswa ke salah satu unit usaha BUMDes Makmur Jaya Sribit.

“Mudah-mudahan petani kami bisa tahu langkah yang ditempuh dan beralih ke tanaman organik sejalan dengan pembatasan pupuk kimia,” kata Alibi.

Alibi menambahkan, permasalahan yang dihadapi petani Desa Sribit adalah cuaca. Musim kemarau terkendala air (irigasi). Air irigasi digilir dan itu sudah berlangsung sejak dulu. (*)


TAGS: Sribit  Delanggu 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini