atas1

Wajibkan Siswa Berpakaian Muslim, Disdikpora Hardik Sekolah

Selasa, 25 Jun 2019 | 20:18:12 WIB, Dilihat 531 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Wajibkan Siswa Berpakaian Muslim, Disdikpora Hardik Sekolah Surat Edaran Kepsek SDN Karangtengah III Wonosari . (istimewa)

Baca Juga : Satu Tahun Polbangtan Yo-Ma, Energi Baru Revolusi


KORANBERNAS.ID -- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) menghardik Kepala SDN Karangtengah III Wonosari yang mewajibkan siswanya mengenakan pakaian muslim saat bersekolah pada tahun ajaran baru ini. Sebagai sekolah negeri, SD seharusnya tidak membuat surat edaran dan mengesahkan peraturan tersebut.

“Kepsek yang salah bikin seperti itu. Sudah ditindaklanjuti oleh Pak Kepala Dinas di Gunungkidul supaya diralat, supaya dibetulkan,” papar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (kadisdikpora) DIY, Baskara Aji, Selasa (25/6/2019).

Menurut Aji, munculnya surat edaran tersebut jelas merupakan kesalahan kepala sekolah. Karena itu pihaknya menyerahkan keputusan pada Dinas Pendidikan Gunungkidul untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk opsi untuk memberikan sanksi pada sekolah.

Apalagi pihak sekolah sudah mengakui pembuatan aturan penggunaan pakaian muslim untuk seluruh siswanya. Meski aturan tersebut belum terlaksana namun sudah viral sehingga muncul berbagai tanggapan dari berbagai pihak.

"Kalau soal sanksi itu urusannya karena SD ya berkaitan dengan Kepala Dinas Gunungkidul, kalau secara aturan jelas sudah sangat detail kita atur perihal seragam,” ungkapnya.

Dengan adanya kasus ini, Aji meminta kabupaten/kota untuk melakukan sosialisai ke kepala sekolah di tingkat SD/SMP. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kasus yang sama seperti SDN Karangtengah III Wonosari.

"Kalau di tingkat SMA/SMK sudah sering saya lakukan sosialisasi, namun di tingkat SD/SMP merupakan kewenangan kabupaten/kota. Ini yang perlu disosialisasikan agar tidak terjadi lagi," tandasnya.

Kepala SDN Karangtengah III Puji Astuti setelah mendapatkan panggilan dari Dinas Pendidikan Gunungkidul pun akhirnya meralat surat edaran. Dalam rilisnya pihak sekolah mengklaim bukan mewajibkan melainkan memberi anjuran terkait pakaian muslim. Surat tersebut juga tidak bermaksud membuat aturan yang mendiskriminasi. (yve)



Selasa, 25 Jun 2019, 20:18:12 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 344 View
Satu Tahun Polbangtan Yo-Ma, Energi Baru Revolusi
Senin, 24 Jun 2019, 20:18:12 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 306 View
Sultan Tolak Terapkan Aturan Zonasi 15 Persen
Senin, 24 Jun 2019, 20:18:12 WIB Oleh : Sari Wijaya 5487 View
Ini Kondisi Empat Anak setelah Jadi Yatim Piatu

Tuliskan Komentar