atas

Masuk Baruga Lounge Serasa di Hotel

Kamis, 28 Feb 2019 | 14:30:52 WIB, Dilihat 516 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Masuk Baruga Lounge Serasa di Hotel Tamu menikmati suasana santai di Baruga Lounge Pemprov Sulawesi Selatan. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Butuh Nafas Panjang Selesaikan Pelabuhan Tanjung Adikarto


KORANBERNAS.ID – Karpet merah bermotif bunga dan daun menghiasi lantai ruangan Baruga Longue Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar. Kursi-kursi lebar lagi empuk disertai sandaran bantal mentul-mentul membuat  tamu yang berada di ruangan ber-AC itu terasa betah.

Dua-tiga orang pelayan berpakaian mirip pegawai hotel membagikan makanan. Sebagian lagi mengantarkan minuman, selebihnya berdiri di depan meja mirip bar seraya mempersilakan para tamu mengambil sendiri sajian bubur basa, salah satu makanan khas Sulsel yang terbuat dari jagung pulut itu.

Baruga Lounge memang didesain berbeda dari umumnya kantor pemerintah, termasuk penataan interior maupun letak meja dan kursi. Selain itu, terdapat sejumlah perangkat komputer terhubung layar monitor berukuran besar. Operator komputer cukup duduk di kursi berkaki tinggi mirip kursi bar.

“Ide awal Baruga Longue ini murni dari Bapak Gubernur Nurdin Abdullah, sesuai dengan visi dan misinya untuk bersih melayani,” ungkap Devo Khaddafi, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel saat menerima kunjungan Pers Tour Wartawan Kepatihan bersama jajaran Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Selasa (26/2/2019).

Ruangan dan interior di Baruga Lounge. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Menurut dia, Baruga Lounge yang dilengkapi ruang VIP ini tidak hanya digunakan oleh gubernur dan wakil gubernur atau jajaran Sekretariat Daerah saja, tetapi juga seluruh kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Di kiri kanan, terdapat ruangan VIP.

Mengomentari fasilitas mewah itu, perwakilan wartawan,  Sugiarto, sambil berkelakar menyatakan masuk ruangan ini langsung mak nyess serasa di hotel.

“Kalau ada pendemo datang, dibawa masuk ruangan ini, diwedangi… rampung,” ujarnya langsung disambut tawa seisi ruangan.

Merespons kelakar yang keluar spontan itu, Devo tampaknya setuju.

”Yang tadinya ngomel-ngomel dan marah-marah begitu masuk bisa adhem. Pak Gub membuat sesuatu yang berbeda. Agar semua bisa dilayani. Kadang-kadang yang non-formal nyambungnya lebih gampang.,” kata dia.

Devo Khaddafi menyambut kehadiran Tavip Agus Rayanto dan Imam Pratanadi sebelum memasuki Baruga Lounge. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Asisten Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY, Tavip Agus Rayanto, juga mengakui Baruga Lounge ruangannya indah mirip Lounge Garuda.

Dia sepakat, bukan kemewahan yang jadi tujuan utama akan tetapi mendudukkannya pada marwah dan fungsinya untuk pelayanan publik. Bagaimana pun, penyelenggaraan pemerintah memang tidak ada yang sempurna.

Didampingi Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Imam Pratanadi, dalam kesempatan itu Tavip menyampaikan, kunjungan Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY bersama puluhan awak media tergabung dalam Forum Wartawan Unit Kepatihan ke Pemprov Sulawesi Selatan, 25-27 Februari 2019, dalam rangka meningkatkan kemitraan sekaligus menggali beragam potensi yang dimiliki daerah lain untuk dapat diterapkan di DIY. (sol)



Kamis, 28 Feb 2019, 14:30:52 WIB Oleh : Sholihul Hadi 724 View
Butuh Nafas Panjang Selesaikan Pelabuhan Tanjung Adikarto
Kamis, 28 Feb 2019, 14:30:52 WIB Oleh : Sholihul Hadi 649 View
Tim Jokowi-Maruf Amin DIY Patok Target 70 Persen
Kamis, 28 Feb 2019, 14:30:52 WIB Oleh : Sholihul Hadi 301 View
Satlinmas Mampu Baca Peta Politik

Tuliskan Komentar