atas

Ikuti Filosofi Jokowi, Kampus Muallimin Dibangun

Kamis, 06 Des 2018 | 19:55:53 WIB, Dilihat 61 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Ikuti Filosofi Jokowi, Kampus Muallimin Dibangun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, "Buya" Safii Maarif dalam peringatan Milad 1 Abad Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).(istimewa)

Baca Juga : Implementasi Simarda Diawali dari 7 OPD


KORANBERNAS.ID-- Muhammadiyah bakal punya kampus baru. Mulai tahun depan Kampus Muallimin akan dibangun Jalan Wates, Sedayu, Bantul Yogyakarta.

"Rencana membangun madrasah tersebut, pada  januari 2019," tutur mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, "Buya" Safii Maarif dalam peringatan Milad 1 Abad Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).

Alumni Madrasah Muallimin tersebut menjelaskan, pembangunan kampus tersebut sesuai dengan amanat UUD 1945 dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi kampus yang ada sekarang sudah tidak mampu lagi menampung minat peserta didik yang mencapai ratusan anak didik.

"Tahun ini muallimin muallimaat yang mendaftar 800 orang, dari jumlah tersebut hanya sepertiga yang bisa di tampung," katanya.

Menurut Buya, Menteri BUMN Rini Soemarno sudah membebaskan tanah di lokasi tersebut. Selain itu Rini juga sudah mengundang direktur utama BNI, BRI dan PLN untuk patungan dalam pembangunan kampus baru tersebut.

Ketua Umum PP Muhamdiyah, Haedar Nasir dalam peringatan Milad 1 Abad Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).(istimewa)

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhamdiyah, Haedar Nasir mengatakan pembangunan kampus Muallimin rencanaya bukan dilakujan tahun depan, melainkan minggu depan.

"Kami mengikuti filosofi pak Jokowi yaitu, kerja, kerja dan kerja," ujarnya.

Menurut Haedar dukungan negara untuk pembangunan kampus tersebut cukup besar. Apalagi dari "rahim" Madrasah itu telah lahir salah seorang kader terbaik bangsa di Muhammadiyah seperti AR Fachrudin dan Safii Maarif yang pernah menjabat Ketua Umum PP Muhamadiyah. Karena itu Haedar berpesan, agar peringatan 1 abad Madrasah Muallimin di jadikan tonggak sejarah, untuk melakukan transformasi kualitas.

"Kampus ini melahirkan  kader bangsa untuk kemanusiaan yang universal, kader umat, dan kader perserikatan yang punya karakter akhlak karima," jelas dia.

Selain itu, lanjut Haedar, Muallimin harus mampu menjadikan kata sejalan dengan tindakan dan ilmunya mencerahkan hati dan pikiran, bukan sekedar agama ritual. Dengan demikian agama mampu membentuk peradaban diri, yang sekarang kering di republik ini.

"Indonesia yang mayoritas muslim dalam memasuki muslim abad baru meniscayakan lahirnya sumber daya manusia yang cerdas, berilmu dan berkemajuan," jelasnya.

Rini Soemarno menjelaskan, Presiden Jokowi menekankan BUMN untuk membantu pembangunan kampus Muallimin tersebut.

"Yang membangun adalah PP Muhamadiyah. Untuk itu minggu depan proses pembangunan sudah bisa di mulai," terang Rini.(yve)



Kamis, 06 Des 2018, 19:55:53 WIB Oleh : Nila Jalasutra 81 View
Implementasi Simarda Diawali dari 7 OPD
Kamis, 06 Des 2018, 19:55:53 WIB Oleh : Nila Jalasutra 76 View
Sleman Raih Enterpreneur Award
Kamis, 06 Des 2018, 19:55:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 60 View
Waspadai Jalur Srandakan-Palbapang

Tuliskan Komentar