atas1

Dari Lendah, Perguruan Tinggi Rintis Industri Batik Sehat

Kamis, 23 Jan 2020 | 15:47:49 WIB, Dilihat 211 Kali
Penulis : Muhammad Zukhronnee Ms
Redaktur

SHARE


Dari Lendah, Perguruan Tinggi Rintis Industri Batik Sehat Para perajin batik desa Lendah, Kulonprogo (istimewa)

Baca Juga : Pemerintah Minta Ormas Bersinergi


KORANBERNAS.ID, KULONPROGO--Sejumlah perguruan tinggi, berkolaborasi merintis pengembangan model intervensi kesehatan, teknologi lingkungan dan sosial, di lingkungan perajin batik. Rintisan dilakukan di Kecamatan Lendah Kulonprogo.

Melalui program Riset Kolaborasi Indonesia Kemenristekdikti, tim periset dari beberapa perguruan tinggi seperti UGM, Unair, ITB dan IPB, berupaya membangun sistem, agar aktivitas perajin batik lebih aman untuk pekerja maupun untuk lingkungan.

“Tujuannya adalah untuk mewujudkan “Desa Batik Sehat” yang memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerja, ramah lingkungan, ramah anak, keluarga, serta masyarakat sekitar,” kata .

“Desa Batik Sehat ini telah diresmikan pada Rabu 22 Februari 2020 di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo. Peresmian ditandai dengan peluncuran modul Standar Operasional Prosedur “Penyakit Akibat Pekerjaan Membatik dan Cara Pencegahannya”, serta penyerahan alat pengolahan limbah batik dari tim peneliti kepada perwakilan pembatik,” kata Sang Kompiang Wirawan, ST, MT, Ph.D, Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Kamis (23/1/2020).

Kompiang menyatakan, bahwa upaya ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi utuk masyarakat dan negeri.

Dari upaya lingkup terbatas ini, diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi mendorong pemasaran batik Indonesia di kancah global.

“Batik sudah diakui dunia. Persoalannya,, kita masih sering dibikin repot dengan tudingan bahwa produksi batik kita belum ramah lingkungan. Jika industri batik nasional sudah dinyatakan aman, maka tahap untuk meluncur ke Internasional sudah tidak menjadi alasan lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kompiang berharap agar upaya ini tidak berhenti di Lendah. Ia berharap, gerakan serupa juga bisa dilakukan di wilayah-wilayah lain yang terdapat industri batik.

Bupati Kulonprogo, H. Sutedjo mengharapkan, dengan upaya ini kualitas hidup para pembatik bisa semakin meningkat serta lingkungan juga akan semakin lestari.

“Produksi boleh berkembang, namun kesehatan juga tetap harus terjaga. Untuk ke depannya, mari bersinergi. Kami dari pemerintah akan membantu mengkondisikannya,” pungkasnya. (SM)



Kamis, 23 Jan 2020, 15:47:49 WIB Oleh : Endri Yarsana 168 View
Pemerintah Minta Ormas Bersinergi
Kamis, 23 Jan 2020, 15:47:49 WIB Oleh : W Asmani 813 View
Maha Menteri Keraton Agung Sejagad Akhirnya Menyesal
Kamis, 23 Jan 2020, 15:47:49 WIB Oleh : Putut Wiryawan 314 View
Ada Pesta Kembang Api dan Barongsai di Klenteng Gondomanan

Tuliskan Komentar