atas1

Bendera PDIP Dicabuti, Dua Kelompok Massa Memanas

Minggu, 03 Mar 2019 | 18:34:03 WIB, Dilihat 34572 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Bendera PDIP Dicabuti, Dua Kelompok Massa Memanas Dua kelompok massa kembali berhadapan di timur Stadion Sultan Agung dan berhasil dipukul mundur aparat, Minggu (3/3/2019) dini hari. (Istimewa)

Baca Juga : Jogja Ingin Jadi Daerah Percontohan Pemilu yang Rukun


KORANBERNAS.ID -- Untuk kesekian kalinya dua kelompok massa dari dua laskar yang berbeda partai berhadapan. Terakhir  di seputaran Stadion Sultan Agung (SSA) sejak Sabtu (2/3/2019) sore hingga Minggu (3/3/109) dini hari. Kedua massa yang saling berhadapan  dalam situasi yang memanas tersebut berhasil dipisah  dan dipukul mundur aparat kepolisian bersama TNI dari Kodim 0729/Bantul.

Sekitar pukul 03.30 WIB, situasi berhasil dikendalikan aparat. Namun begitu hingga siang ini petugas masih berjaga di seputar SSA ditambah kekuatan dari pasukan Brimob yang juga datang ke lokasi guna menghindari hal tidak diinginkan. Akibat kekacauan di seputar SSA, acara Sunday Morning (Sunmor) yang rutin digelar setiap Minggu pagi tidak dilaksanakan.

“Aparat hingga saat ini masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. Namun secara umum situasi sudah bisa dikendalikan dan aman,” kata Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK kepada koranbernas.id, Minggu (3/3/2019) siang.

Aparat, lanjut Kapolres bergerak dan bekerja cepat  begitu ada kejadian provokasi dari dua kelompok  massa. Sehingga dengan cepat situasi berhasil dikendalikan. Dari informasi yang didapatkan koranbernas.id diketahui jika kejadian berawal saat Sabtu (3/3/3019) sekitar pukul 15.35  di komplek stadion SSA, Desa Timbulharjo, Sewon Bantul terjadi  provokasi dari empat orang  yang diindikasikan anggota laskar sebuah partai merah  kepada komunitas parkir stadion yang diindikasikan anggota laskar dari partai hijau dengan cara bleyer-bleyer sepeda motor.

Saat itu belum sempat terjadi ribut namun dari komunitas parkiran melapor ke maskas sebuah  laskar hijau di wilayah Jejeran, Pleret. Ada salah satu  anggota komunitas parkir bernama Togog asal Dusun Dadapan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon yang menantang warga Pacar karena diduga kuat  yang melakukan  provokasi adalah warga setempat.

Togog saat itu sempat dipukul dengan tangan kosong oleh warga Dusun Pacar yang sedang berkumpul   dengan  sekelompok laskar dari Kota. Di sisi lain sebelah timur atau  wilayah Jejeran kelompok dari laskar hijau  juga sudah  berkumpul. Saat itu situasi adem tidak ada insiden apapun.

Beberapa bendera PDIP dicabut orang tidak dikenal dan kemudian diangkut oleh petugas ke Mapolres Bantul, Minggu (3/3/2019)  dini hari. (istimewa)

Pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB diketahui ada pengendara sepeda motor matic berboncengan dari arah barat ke timur membawa senjata tajam (sajam) kemudian melakukan perusakan dan penurunan bendera PDIP. Warga Dusun Pacar yang melihat sontak mengejar, dan terlihat dua orang berboncengan tadi berlari ke arah timur (Jejeran). Warga Dusun Pacar saat itu langsung standby di sekitar lokasi. Bahkan massa dari partai merah semakin  malam semakin banyak dan   jumlahnya mencapai  ratusan.

Mereka berniat mendatangi maskar laskar hijau di  Jejeran. Di sisi lain laskar dari partai hijau juga  telah berkumpul. Keduanya saling berhadapan dan hanya  terpisahkan Sungai Code yang menjadi pembatas Dusun Pacar dengan Dusun Brajan, Jejeran. Petugas  patroli Gabungan dari Dalmas Polres  Bantul dipimpin  Iptu Sardjito, Kasat Tahti  dan Kapten Rajiko, Pasi Intel Kodim Bantul yang tiba  dilokasi kejadian dan melakukan negosiasi agar massa PDIP tidak mendatangi Markas laskar hijau .

Wakapolres Kompol Nanang sekitar pukul 00.30 WIB meminta warga ataupun massa PDIP untuk masuk kampung dan membubarkan diri. Dan sekitar pukul 01.30 WIB bendera PDIP yang dirusak dibawa petugas ke Polres Bantul. Namun situasi memanas lagi, saat pukul 02.15 WIB ada provokasi dari arah Jejeran kepada warga Dusun  Pacar dengan cara melintasi jembatan Sungai Code, sehingga memancing warga Dusun Pacar keluar.  Tidak lama berselang ada dua orang tidak dikenal diatas jembatan  Sungai  Code membunyikan petasan, kembang api dan sajam yang diseret-seret ke aspal. Namun aparat yang siaga berhasil mendinginkan situasi dan semua kini aman terkendali.  (yve)

 



Minggu, 03 Mar 2019, 18:34:03 WIB Oleh : Sholihul Hadi 614 View
Jogja Ingin Jadi Daerah Percontohan Pemilu yang Rukun
Minggu, 03 Mar 2019, 18:34:03 WIB Oleh : B Maharani 813 View
Anak-anak Muda Nongkrong di Kafe Sambil Berbisnis
Sabtu, 02 Mar 2019, 18:34:03 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 489 View
Siapkan Lulusan Kompetitif, Ini 10 Caranya

Tuliskan Komentar